Ada Ada Saja. Pemdes Pasuruhan Sulap Sawah Terendam Banjir Menjadi Wisata Dadakan

  • Whatsapp

KAYEN – Meski daerahnya terdampak banjir bukan berarti masyarakatanya harus larut dalam kesedihan dan ketidakberdayaan. Contohnya Desa Pasuruhan yang meskipun ratusan hektar sawahnya hingga kini masih tergenang banjir tapi ide kreatif warganya dapat menyulap menjadi arena wisata dadakan. Pemerintah Desa setempat menggelar festival banjir dengan kegiatan balap perahu, 05/02/19.

Balap perahu yang terbilang unik ini tidak dilaksanakan di sebuah sungai ataupun danau, melainkan di atas lahan pertanian yang tengah terendam banjir. Selain acara balap perahu, pengunjung yang datang juga bisa memanfaatkan jasa keliling area banjir dengan menaiki perahu tradisional. Kepala Desa Pasuruhan, Warsito menyebut hal itu sebagai ide kreatif warga desanya. Meskipun sedang tertimpa musibah banjir.

”Banjir ini lumayan besar. Sekitar 300 hektar lahan terendam termasuk sawah-sawah yang ditanami padi. Selain itu juga ada lahan yang digunakan warga sebagai tambak. hal itu tentu sangat merugikan masyarakat,” kata Warsito.

Sebagaimana yang telah lalu, ketika banjir, daerah ini bisa tergenang 4-7 bulan. ”Ini tentu sangat merugikan. Oleh karena itu kedepan wisata perahu ini akan terus dibuka. Per orang dikenakan tarif Rp 5 ribu untuk berkeliling di lahan sawah yang sudah mirip dengan rawa-rawa ini,” imbuhnya.

Sementara itu dalam lomba balap perahu ini diikuti oleh warga desa setempat. Lomba balap perahu ini menempuh jarak sekitar 500 meter. Para peserta cukup tertantang untuk memacu kecepatan perahu. Apalagi tiupan angin terkadang membuat perahu berbelok arah sendiri. Bahkan ada beberapa peserta balap perahu yang sampai terbalik. Kedalaman sawah yang terendam banjir ini sekitar 50 centimeter lebih.

Usai balapan, para peserta dijamu makan siang dengan menu ala sawah. Seperti sayur sejenis teratai dengan lauk ikan patin, serta tumis kiong sawah dan juga botok ikan sungai. Para peserta dan penonton pun antusias makan dengan lahap.

Dewi, salah satu pengunjung mengaku senang dan memberikan jempol kepada warga Desa Pasuruhan. Di tengan bencana banjir muncul ide kreatif seperti balap perahu tersebut. ”Tadi juga ikut mencoba naik perahu. Lumayan deg deg gan, karena perahunya goyang-goyang. Tapi seru pemandangannya,” katanya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Sarmijan, salah satu petani yang sawahnya dijadikan area wisata dadakan. “Alhamdulillah mas, lumayan tadi sudah dapat uang seratus lima puluh ribu, tiap orang cukup membayar lima ribu, bisa keliling di area sawah yang kebanjiran ini dengan rute yang telah di tentukan oleh panitia, bisa untuk tambal butuh mas, sekarang lagi nganggur di karenakan sawah kami juga kebanjiran, ” tuturnya pada wartaphoto.net

Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *