Pulang Dari Demak, Patifosi Dilempari Batu di Kudus. Bus Pemain Turut Terkena Lemparan

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.net.MURIA RAYA – Puluhan supporter Persipa Pati yang sedang perjalanan pulang usai mendukung kesebelasan kesayangannya berlaga pada Kejuaraan Provisi (Kejurprov) di Stadion Pancasila Demak, terkena aksi vandalisme.

Rombongan suporter dihadang oleh puluhan orang tak dikenal dan dilempari batu.Kejadian itu berada di beberapa titik di Kabupaten Kudus. Tak hanya itu, bus yang ditumpangi pemain Persipa dan Official turut menjadi sasaran pelemparan batu.Brilian Rafi, salah satu korban pada kejadian itu menceritakan bahwa dirinya bersama rombongannya di tanyai oleh orang tak dikenal sewaktu dijalan dengan pertanyaan orang mana? Dan dijawab Pati.

Selang beberapa menit, ia bersama kawannya dihadang dan disuruh melepas baju suporter yang dikenakannya.

“Saya kira itu teman saya dari Patifosi, tapi ternyata tidak. Saya dihadang dan disuruh buka kaos. Sedangkan teman saya dipukul dengan botol kaca. Untungnya masih memakai helm. Kemudian mereka pergi dan datang lagi satu gerombolan, kemudian saya dipukuli dua kali. Kemudian mereka kabur. Tetapi kunci motor dan HP teman saya dirampas,” ungkap Rafi.

Ketua umum Patifosi, Dian Dwi Budianto sangat menyayangkan atas insiden tersebut. Pasalnya, rombongan supporter Persipa ini telah bersikap sopan dan tidak melakukan perbuatan apapun ketika melewati kota Kretek itu.

Sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Patifosi juga sudah melakukan izin melintas kepada kelompok supporter yang ada di Kudus.

“Kami harap tidak ada lagi kejadian semacam itu. Kita mencoba untuk dewasa, yaitu telah berkoordinasi dan melakukan izin kepada kelompok supporter Kudus sebelum laga Persipa kontra PSD Demak digelar. Tetapi kami masih saja diserang oleh beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Menurut kami, ini sudah diluar kewajaran karena mengarah pada perbuatan kriminal,” kata Komandan Resimen Patifosi itu.

Pihak DPP Patifosi berharap agar para pelaku pada kejadian itu segera tertangkap. Pasalnya, korban merupakan anak sekolahan yang baru ikut mengawal Persipa berlaga.

“Siapapun yang mencintai Persipa, pasti dia akan mengawalnya dalam berlaga. Tapi kenyamanan dan keamanan yang kami harapkan. Rivalitas hanyalah sembilanpuluh menit dalam sepakbola, bukan sampai sejauh dalam perjalanan pulang atau pergi. Semoga Polres Kudus cepat mengungkap siapa saja pelaku-pelaku itu,” tandasnya.

Koordinator Patifosi dan sejumlah korban langsung melapor ke Polres Kudus terkait aksi yanh mengarah kriminalitas ini.

Begitu juga, Ketua Umum Persipa Saiful Arifin yang langsung meneruskan kabar tak mengenakkan tersebut ke Wakil Bupati Kudus agar kejadian tersebut tidak terulang.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *