Tradisi Meron Setara Sekatenan

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.net.  SUKOLILO – Dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, di Desa/Kecamatan Sukolilo mempunyai tradisi tersendiri untuk menyemarakkannya. Yakni dengan Tradisi Meron, seperti yang digelar Senin (11/11/) kemarin. Tradisi ini digelar dengan mengarak gunungan dan ronce yang dimulai dari depan Masjid setempat.

Kepala Desa Sukolilo Jumaedi mengatakan, Sukolilo masih mempunyai garis keturunan dengan Keraton Surakarta. Akan tetapi, Jika di Surakarta peringatan Maulid Nabi dilakukan dengan tradisi Sekaten, maka di Sukolilo ini dengan tradisi Meron. Menurutnya, kedua tradisi tersebut tidak jauh berbeda. Hanya saja, karena Sekaten sudah digunakan di Sukarakarta, maka di Sukolilo mengambil nama yang berbeda.


“Ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Kami hanya tinggal meneruskan saja,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Tradisi Meron ini juga sebagai bentuk rasa syukur warga Sukolilo atas limpahan rezeki yang diberikan Tuhan. Sehingga, ada banyak gunungan yang dipersembahkan dari hasil bumi Sukolilo yang ikut diarak. Ada 14 gunungan diarak.

“Gunungan ini diperebutkan oleh warga. Mereka juga percaya, nasi gunungan mengandung berkah,” ujarnya.

Pihaknya berharap, masyarakat bisa terus melestarikan Tradisi Meron ini. Sebab, ini adalah tradisi warisan leluhur dari Kerajaan Surakarta. Ia berharap, setiap tahun pihaknya dapat terus mengadakan tradisi ini.

“Sehingga, tidak hanya sebatas perayaan, tetapi masyarakat juga lebih mengenal dari sisi sejarah dan filosofinya,” pungkasnya.

Reporter: Putra

Editor: Revan Zaen

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *