Pemohon Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Pati Meningkat, Mayoritas Hamil di Luar Nikah

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.net– Sejak adanya Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pernikahan yang mengatur kembali batasan umur calon pengantin, permohonan dispensasi kawin melonjak hingga dua kali lipat. Seperti halnya di Pengadilan Agama Kelas IA Kabupaten Pati, angka permohonan dispensasi kawin cukup tinggi. Bahkan mayoritas karena kehamilan di luar nikah. Rata-rata setahun mencapai 150.

”Permohonan dispensasi memang melonjak. Bahkan 90 persen dispensasi karena hamil di luar nikah,” jelas Kepala Pengadilan Agama Kelas IA Pati Marwan melalui hakim juru bicara Sutiyo (18/6).

Dalam undang-undang itu sendiri mengubah batasan usia minimal. Yang mana, Perempuan dari usia 16 tahun menjadi 19 tahun, dan laki-laki tetap 19 tahun. Sementara, pertimbangan hakim sangat ketat untuk memberikan dispensasi kawin. Namun, alasan hamil di luar nikah yang rata-rata disetujui untuk mendapat dispensasi.

”Karena menimbang nasib perempuan dan juga calon bayinya. Selain itu dispensasi sulit diberikan. Alasan dispensasi harus kuat,” imbuhnya

Sementara itu bagi yang beralasan hanya ngebet nikah, akan ditolak oleh hakim. Sebab mempertimbahkan bagaimana menjalani kehidupan rumah tangga, perekonomian serta pekerjaan.

”Selain itu alasan lain yang diberikan dispensasi biasanya karena sudah menikah dulu secara siri, kemudian anaknya mau lahir baru mengurus. Ada juga yang beralasan sudah terlanjur menyebar undangan, jika tidak jadi nanti bisa malu. Kami mempertimbangkan faktor sosial di masyarakat juga,” tandas dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *