Anggota DPR RI Sikapi Demo di Konawe, Tak Elok Terima TKA Sedang di Dalam Negeri Banyak yang di PHK

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.net. NASIONAL. Selasa malam (23/06) sebanyak 156 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari pukul 20.40 WITA. Ke-156 TKA itu adalah gelombang pertama dari 500 TKA yang akan datang di Sultra.  Mereka akan bekerja membangun smelter di PT DNI dan OSS Morosi Kabupaten Konawe.

Massa merespon dengan melakukan demonstrasi menolak keras kedatangan TKA tersebut. Para massa aksi dari berbagai elemen melakukan aksi tepat di simpang empat Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan menuju Bandara Haluoleo.

Aksi ini dipicu rasa kekecewaanya kepada Gubernur Sultra dan Ketua DPRD Sultra yang telah mengizinkan para TKA masuk.

Sebagaimana dilansir riau.antaranews.com arus lalu lintas cukup terganggu. Massa aksi melakukan sweeping setiap kendaraan khususnya roda empat yang keluar dari bandara untuk memeriksa setiap penumpang, apakah memuat TKA atau tidak.

Bentrokan massa pendemo dengan aparat yang berjaga bahkan sempat terjadi hingga akhirnya pada pukul 00.50 WITA dini hari, massa baru membubarkan diri.

Tidak Elok

Anggota DPR RI dari Komisi IX, Hj.Sri Wulan S.E.,M.M yang membidangi masalah kesehatan dan ketenagakerjaan pun angkat bicara.

“Kita harus bijak dan benar-benar penuh pertimbangan utamanya berkaitan dengan TKA ini. Kita harus melihat bahwa efek pandemi covid-19 ini banyak yang terkena PHK. Belum lama ini perusahaan sekelas GoJek saja mem PHK 430 Karyawannya hingga menutup beberapa layanannya karena efek pandemi ini. Artinya sangat tidak elok jika kita malah memaksakan diri memasukkan TKA,” tuturnya.

Politisi Partai Nasdem ini juga menyesalkan mengapa pejabat setempat justru tidak lebih mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyatnya.

“Sikap kita jelas. Kita menolak. Apapun itu alasannya,” tegas wanita asal Pati Jawa Tengah ini.

Reporter: Revan Zaen

Editor: A. Muhammad

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *