Puluhan Warga Desa Kedungwinong Sukolilo Demo Tolak Kabel SUTET Melintasi Permukiman

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.NET. SUKOLILO – Puluhan warga RT 10 dan 11 RW 1 Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo gelar demo tolak kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang dibangun melintasi permukiman. Lantaran dinilai sangat membahayakan, mereka menuntut agar pengerjaan segera dipindahkan.

Sembari melantunkan selawat, massa mendatangi tapak proyek dengan membawa spanduk bertuliskan berbagai macam penolakan. Kemudian, mereka melakukan tahlil dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Keadaan sempat memanas. Hal itu bermula ketika kuasa hukum warga yakni Bambang Riyanto melakukan orasi yang dianggap menyinggung perangkat desa setempat.

“Lihat, di sana ada perangkat yang berteduh di bawah pohon mangga, sementara kami, rakyat di sini panas-panasan menolak SUTET,” kata dia saat berorasi, Kamis (3/12/2020) siang.

Secara tiba-tiba Kasi Pemerintahan Desa Kedungwinong, Nur Afandi langsung marah-marah. Ia mendatangi Bambang sambil bersuara atas ketidakterimaannya itu. Beruntung, petugas yang berjaga langsung melerainya. Sehingga keadaan kembali kondusif.

Tokoh Masyarakat Kedungwinong, Aswan mengatakan, pihaknya telah menolak proyek SUTET sejak 2013 silam. Sebab, kata dia, rencananya kabel akan melewati permukiman, Masjid dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Hal itu dinilainya sangat membahayakan. Bahkan sejauh ini, kata Aswan, pihaknya juga menunggu penjelasan dari PLN.

“Kami ingin kejelasan dari PLN dan tanggung jawab PLN pada royek ini. Radiasi atau bahayanya yang akan menimpa rakyat, tidak pernah dijelaskan sama sekali. Maka dari itu kami semua ingin (pengerjaan) dipindahkan dari lokasi permukiman warga atau tempat ibadah,” jelas dia usai aksi.

Aswan menambahkan, jika proyek terus berjalan, maka pihaknya akan mengadakan aksi susulan.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Batik Madrim Kedungwinong, Bisri Mustofa mengatakan, sebagai putra daerah dirinya meminta pemerintah desa menjembatani agar warga dipertemukan dengan pihak PLN.

“Kekecewaan kami, kapan PLN sosialisasi kepada warga Desa Kedungwinong.  Ketika kami bertanya, jawabannya adalah, itu sudah diwakilkan kepada pihak desa. Apakah perangkat desa itu mengerti kapasitas tentang PLN?,” kata Bisri. Atas dasar itu, ia merasa ada kejanggalan.

“Kami menolak bukan karena Sutetnya, tapi kabel yang melewati permukiman warga,” tegas dia lagi.

Kuasa Hukum Warga, Bambang Riyanto, sejatinya telah mendampingi kasus tersebut sejak akhir 2016.

“Dan prosesnya itu panjang. Beberapa kali ditemui langsung perwakilan PLN, baik dari Jogja, Semarang, dan Pati. Mereka hanya menjanjikan. Padahal, kami cuma minta dokumen, misal dokumen lingkungan hidup dan dampak kepada masyarakat,” jelas Bambang.

Penjelasan Pihak Desa

Kepala Desa Kedungwinong Pranoto Utomo menyebut, semua proyek strategis nasional ini sudah melalui proses.

“Ini sudah deal, kontraktor berjalan itu karena aturan, nggak mungkin kalau belum terjadi kesepakatan masak seorang kontarktor berani mengerjakan,” ucap dia saat ditemui Wartaphoto di balai desa usai warga menggelar aksi.

Kades Kedungwinong ini menilai, masyarakat hanya belum paham dengan sosialisasi yang telah dilakukan. “Perlu diketahui bahwa penyampaian warga tersebut itu, warga yang mana?. Untuk sosialisasi sudah berjalan. Sosialisasi kurang jelas kan menurut mereka, dan rakyat itu yang seperti apa?,” kata dia bertanya-tanya.

Kasi Pemerintahan Desa Kedungwinong, Nur Afandi menambahkan, pihak desa sifatnya  hanya menjembatani informasi dari negara pada rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan sesuai prosedur yang dijalankan.

“Untuk menolong yang bagaimana?, desa bisa apa?. Kita kan kepanjangan tangan dari pemerintahan, juga negara. Secara tegas tidak bisa (mengambil keputusan) karena desa tidak punya wewenang,” kata dia.

Atas mediasi permintaan masyarakat, lanjut dia, pihak desa sudah menyurati PLN. Tetapi pihak PLN tidak mau datang.

“Kalau desa dimintai tanggung jawab kan tidak bisa,” tandas dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *