Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Belajar di Sekolah

  • Whatsapp

Pandemi Covid-19 merupakan musibah yang memilukan hampir di seluruh Negara di Dunia dan Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena wabah covid-19 pada tanggal 2 Maret 2020. Pandemi covid-19 memberikan dampak yang sangat nyata dalam berbagai bidang antaranya Ekonomi, Sosial, Pariwisata, tanpa terkecuali Pendidikan.

Banyak Negara maupun Indonesia memutuskan untuk menutup sekolah, perguruan tinggi maupun universitas. Sehingga pemerintah di seluruh dunia termasuk Indonesia harus mengambil keputusan yang sangat sulit, untuk mengurangi kontak orang-orang secara masif dan untuk menghentikan penyebaran virus corona semua siswa dan guru belajar dari rumah.

Bacaan Lainnya

Adanya perubahan cara belajar mengajar di sekolah dari tatap muka atau luring (luar jaringan) menjadi daring (dalam jaringan) sangat membutuhkan kesiapan dari berbagai unsur mulai dari pemerintah, sekolah, guru, siswa, maupun orang tua.

Menurut Rizqon Halal Syah Aji dari Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i. Volume 7 nomor 5, ada beberapa faktor yang menghambat terlaksananya aktivitas pembelajaran dengan metode daring diantaranya:

Keterbatasan Penguasaan Teknologi Informasi oleh Guru dan Siswa.

Kondisi guru di Indonesia tidak seluruhnya paham menggunakan teknologi informasi, kendata teknologi informasi membatasi mereka dalam menggunakan media daring. Begitu juga dengan siswa yang tidak sepenuhnya mengerti dengan menggunakan teknologi informasi. Contohnya masih banyak guru yang memerlukan bantuan kepada anaknya atau saudaranya yang mengerti dengan teknologi informasi agar tercapainya pembelajaran secara daring.

Sarana dan Prasarana yang Kurang Memadai

Perangkat pendukung teknologi jelas mahal. Banyak di daerah Indonesia seorang Guru maupun siswa yang masih memiliki perekonomian yang mengkhawatirkan. Kesejahteraan guru maupun murid yang membatasi mereka jadi serba terbatas dalam menikmati sarana dan prasarana teknologi informasi yang sangat diperlukan dengan musibah covid-19.

Akses Internet yang Terbatas

Jaringan internet yang masih belum merata di pelosok dunia. Tidak semua lembaga pendidikan baik sekolah dasar maupun sekolah menengah dapat menikmati internet. Jika adapun kondisi internet kondisinya masih belum mampu mengcover media daring. Misalnya di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, siswa harus berjuang keras untuk mencari koneksi internet agar bisa belajar daring. Setiap pagi siswa SD Inpres Lewokoli, Desa Karangsari, Kecamatan Tanjung Bunga harus berjalan kaki lebih dari satu jam untuk mencari titik lokasi yang ada koneksi internetnya.

Kurang siapnya penyediaan Anggaran

Biaya juga sesuatu yang menghambat aspek kesejahteraan guru dan siswa masih jauh dari harapan. Ketika mereka menggunakan kuota internet untuk memenuhi kebutuhan media daring. Pembelajaran daring bukanlah hal baru sebenarnya, sejak sebelumnya guru sudah banyak juga yang menggunakan metode dengan menggunakan daring tetapi masalahnya bukan itu, masalahnya terletak pada penambahan biaya yang mendadak dan kondisi tidak ada usaha, sehingga corona ini benar benar memberikan pengaruh yang sangat negatif terhadap dunia pendidikan. Misalnya tidak sedikit siswa yang bekerja sebagai parkir ataupun jualan di pinggir jalan hanya untuk membeli kuota internet.

Tetapi juga terdapat beberapa hikmah yang dapat diperoleh dari pandemi covid-19 ini. dengan sistem belajar mengajar yang dilaksanakan secara jarak jauh atau daring, peserta didik maupun guru dapat melakukan banyak kegiatan di rumah sehingga dapat mempermudah para orangtua untuk memonitoring anak-anaknya.

Dari sisi kreativitas baik guru maupun siswa dituntut untuk berlaku kreatif, baik itu pembelajaran yang disajikan dengan video dan tak jarang pula peserta didik diberikan tugas pembuatan video pembelajaran. Dampak yang dirasakan memang sungguh nyata dan dapat dirasakan oleh setiap orang. Namun, masyarakat tidak bisa menjadikan pandemi Covid-19 sebagai sebab untuk tidak melaksanakan kegiatan baik itu perekonomian maupun sosial terutama dalam bidang pendidikan.

*Anggota Kkn Astagina IPMAFA

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *