kipasoak indonesia

Belajar Daring Adalah Tantangan

  • Bagikan
Your Ad Banner

Sudah hampir 9 bulan COVID-19 berlangsung yang mempunyai dampak besar pada semua aspek kehidupan (misalnya di bidang pembelajaran). Pembelajaran secara otomatis  berubah untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Pembelajaran yang awalnya dilakukan secara langsung otomatis berubah pembelajaran secara online (Daring).

Kegiatan belajar mengajar secara online menjadi langkah tepat untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 di bidang pembelajaran. Karena sistemnya hanya dilakukan tatap muka di rumah, tanpa bertemu langsung dengan dosen.

Selain itu, keunggulan lain dari model pembelajaran online adalah orang tua dapat mengawasi pembelajaran anaknya, mahasiswa dapat menggunakan teknologi yang ada dengan lebih cerdas, dan memiliki lebih banyak waktu dengan keluarga, sedangkan kendala dalam pembelajaran online adalah kendala sinyal dan kendala kuota internet.

Saat melakukan pembelajaran online ini, sinyal terkadang hilang dan menghabiskan banyak kuota. Setiap daerah belum tentu memiliki jaringan yang stabil, terutama dalam sistem pembelajaran yang membutuhkan kuota tambahan. Selain itu, komunikasi yang kurang baik sering terjadi dalam pembelajaran online, terkadang penjelasan dosen akan disalahartikan oleh mahasiswa karena terkadang penyampaian materi kurang detail, dan penyampaian materi tidak jelas karena gangguan sinyal.

Pembelajaran online menjadi tantangan tersendiri. Proses belajar di rumah tidak semudah yang dibayangkan. Untuk mencapai target pembelajaran yang maksimal, banyak hal yang harus diperhatikan, antara lain strategi pembelajaran, metode, model, bahkan ketersediaan fasilitas yang mendukung pembelajaran online tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Bapak Nadiem Makarim, mengatakan pada upacara “Hari Pendidikan Nasional” yang diadakan pada tanggal 2 Mei 2020 bahwa pandemi COVID-19 telah memberikan pelajaran bagi kita. Disini kita bisa merasakan bahwa proses belajar mengajar tidak terbatas di dalam kelas saja, dan pembelajaran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Hal Ini adalah pertama kalinya semua mahasiswa di Indonesia belajar secara daring (Dalam Jaringan).

Kita tidak bisa menyalahkan lingkungan atas situasi ini, atau bahkan berhenti dan menyerah. Apapun yang terjadi, pendidikan akan terus berlanjut. Oleh karena itu, Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa sangat diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan mampu mencapai tujuan pembelajaran.

*Anggota KKN MDR Madukara IPMAFA

\
Your Ad Banner
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of wartaphoto.net