Aksi Sosial, Puluhan Mahasiswa Unissula Asal Pati Membuat Pembatas Jalan di Lokasi Banjir 

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.NET. SUKOLILO – Puluhan pemuda tampak sedang memasang potongan bambu di tepi jalan turut Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Minggu (3/1/2021) pagi. Tak lain, mereka membuat pembatas jalan agar para pengendara lebih berhati-hati ketika melintas. Sebab, di lokasi tersebut sering terjadi banjir.

Kegiatan sosial itu dimotori oleh Pati Student of Sultan Agung (Passa). Mereka adalah kumpulan mahasiswa dari Bumi Mina Tani yang menimba ilmu di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula)  Semarang.

Bacaan Lainnya

“Kita adakan baksos pemasangan pembatas jalan karena di Desa Kasiyan sering banjir. Di sini nggak ada bedanya antara jalan sama selokan ketika kebanjiran. Kita inisiatif membantu warga di area yang sekiranya jalannya tergenang,” ungkap koordinator acara, Dika Putri Rahmawati.

Dika Putri menjelaskan jika pembatas jalan yang mereka buat yakni sepanjang 2 kilometer dengan tinggi 1,5 meter.

“Bambunya kita kasih stiker reflektor.  Dikasih tanda biar kelihatan kalau malam,” kata dia.

Tak hanya membuat batas jalan, di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 PASSA juga mengadakan beberapa kegiatan lain. Salah satunya sosialisasi kesehatan yang bertempat di aula Posko penanggulangan bencana, Desa Kasiyan.

Acara yang dihadiri oleh ibu-ibu dan anak dari desa setempat, dilakukan dengan batasan peserta. Mereka juga tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sosialisasi seperti enam langkah mencuci tangan, ada sosialisasi pencegahan demam berdarah, dan juga sosialisasi penanggulangan penyebaran covid-19,” jelas Dika.

Usai kegiatan, puluhan mahasiswa Passa tersebut juga melakukan ziarah ke makam Syeh Jangkung Kayen. Serta membagikan puluhan nasi bungkus kepada peziarah.

Sementara itu ketua Passa, Afif Dwi Saputro mengatakan, kegiatan bakti sosial merupakan agenda tahunan yang selalu mereka lakukan. Tempatnya, berpindah-pindah di beberapa kecamatan.

“Selaku mahasiswa, kita juga harus melakukan kegiatan yang posisif. Tugas kita bukan hanya belajar di dalam kelas, tatapi harus ada aksi nyata bagi masyarakat,” jelas dia.

Terkait kegiatan pemasangan pembatas jalan, ia berharap agar warga setempat dapat menjaganya dengan baik.

“Kami harap masyarakat juga turut menjaga agar batas jalan yang sifatnya memang tidak permanen ini dapat bertahan lama. Begitu juga dengan sosialisasi yang kami berikan, kami harap agar ibu-ibu yang telah kami berikan edukasi dapat mengimplementasikannya,” tandas dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *