Pertimbangkan Peningkatan Kasus, Pati Kudus Magelang Diikutsertakan dalam PPKM Jawa Bali

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.net. JATENG.  Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat /PPKM Jawa bali pada 11-25 Januari 2021 untuk Jawa Tengah fokusnya ada di tiga wilayah yakni Semarang Raya, Banyumas Raya dan Solo Raya. Namun, mempertimbangkan perkembangan kasus penularan yang tinggi tiga daerah yakni Kudus, Pati, dan Magelang juga akan diikutsertakan.

“Angka yang tinggi ada di Kudus, Pati dan Magelang nanti akan kita ikutkan (pada program),”  ucap Ganjar Pranowo , seusai memimpin rapat internal dengan jajaran pemprov Jateng, Jumat (8/1/2021)

Bacaan Lainnya

Menyikapi pemberlakukan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan reaktualisasi program Jogo Tonggo, yaitu pelibatan aparat desa untuk ikut membantu tracing kasus Covid-19.

Menurutnya, program yang termaktub dalam Instruksi Gubernur Jawa Tengah No 1/2020, itu disempurnakan dengan pelibatan pemangku kebijakan terkecil untuk ikut melakukan penelusuran terhadap penderita Covid-19.

“Maka kita gerakkan Jogo Tonggo. Jogo Tonggo akan bantu Puskesmas, bisa melakukan sosialisasi bisa melakukan tracing juga bisa berikan informasi tentang vaksin. Yang ada di level paling rendah, ada kerumunan tolong diomongin untuk bisa bubar, kalau tak bisa membantu laporkan kepada kita,” ujar Ganjar.

Ia mengutarakan, dengan penambahan konsep Jogo Tonggo, maka penelusuran terhadap pengidap Covid-19 bisa dilakukan maksimal. Selain itu, relawan Jogo Tonggo akan bisa ikut menyosialisasikan program vaksinasi berikut pengawasan melekat di lingkup Rukun Warga (RW).

Ganjar menyebut, dalam PPKM tersebut akan didukung sepenuhnya dengan pelibatan TNI/Polri dan stake holder terkait. Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan kampanye di media sosial.

“(Pelibatan Satpol PP, TNI dan Polri) oh itu sudah pasti, paralel. Sosialisasi nggak boleh berhenti, gunakan semua media termasuk media sosial, tapi sisi lain operasi yustisi secara paralel,” tegasnya.

Jogo Tonggo II

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, konsep Jogo Tonggo Jilid II akan melibatkan relawan dalam proses 3T (tracing, testing, dan treatment).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo

“Jogo Tonggo sebenarnya bisa ikut ambil bagian dalam 3T, bersama Puskesmas atau bidan. Bisa ikut memberikan treatment, dalam artian terhadap isolasi mandiri, mencarikan tempat. Semua bisa terlibat, mulai dari PKK, Dasa Wisma, Karangtaruna dan semua yang peduli,” ungkapnya.

Ia menyebut, akan ada pelatihan kepada relawan Jogo Tonggo, untuk melakukan tracing penderita Covid-19. Namun, Yuli menyebut pelatihan melalui mekanisme yang sederhana.

“Tidak begitu sulit, untuk tracing kita hanya perlu mendeteksi mereka yang kontak erat dan frequent (sering). Untuk pelatihan tidak harus formal tatap muka, bisa melalui blended learning, praktik di lapangan. Kita akan buat SOP yang akan diedarkan,” urainya.

Ditanya mengenai wilayah tambahan, yang akan melaksanakan PPKM Yuli menyebut hal itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri. Parameternya di antaranya, jumlah kasus aktif, jumlah kematian, keterisian kamar rawat, dan tingkat kesembuhan.

Reporter: Revan Zaen

Editor: A. Muhammad

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *