Cek Pelaksanaan PPKM di Juwana Bupati Sidak Alun-Alun, Kafe, Hingga Tempat Karaoke

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.net. JUWANA. Setelah sebelumnya di hari pertama Bupati Pati Haryanto memantau pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di swalayan, PKL dan pusat keramaian di Pati kota, Selasa malam (12/01) bergeser ke Juwana.

Datang sekitar pukul 21.00 WIB dimana sesuai Surat Edaran Bupati Nomor: 447.1/037 kegiatan masyarakat harus tutup, rombongan mengarah ke alun-alun Juwana. Ternyata seluruh pedagang telah mengemasi dagangannya dan pembeli telah sepi. Sejumlah pedagang meski belum meninggalkan alun-alun Juwana namun telah mengangkut lapaknya ke gerobak untuk dibawa pulang.

Bacaan Lainnya

Rombongan Bupati, Sekda, Kabagops Polres Pati, Satpol PP, TNI, bergeser ke kawasan Jalan Silugonggo ternyata masih ada yang buka dan cukup ramai pembeli.

“Pengelola kafe sudah tahu (mengenai PPKM), hanya saja kebetulan baru (acara) pembukaan, jadi agak lewat (batas waktu). Tapi kami beri pengertian mereka bisa menerima. Berikutnya akan mematuhi. Kami suruh memasang banner bahwa kafe ditutup pukul 21.00,” jelas Haryanto.

Haryanto pun mengimbau orang-orang yang berada di kafe, mayoritas muda-mudi, untuk pulang dan melanjutkan aktivitas di rumah masing-masing. Ia juga mengimbau pengelola untuk menutup kafe, mengingat waktu sudah melebihi batas.

Tempat Karaoke

Terakhir rombongan menuju kawasan Ruko Jati Indah yang kini telah didominasi tempat karaoke.
Meski sempat dipasang segel Satpol PP karena tak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) di penghujung tahun 2020, namun nampaknya mereka tidak mengindahkannya. Bahkan tidak mengindahkan ketentuan pemerintah daerah mengenai pencegahan Covid-19

Informasi yang diterima, salah satu tempat karaoke bahkan sempat melakukan launching tempat karaokenya belum lama ini.

Cek tempat karaoke di Juwana

Sayangnya, ketika rombongan datang informasinya diduga telah bocor. Semua kafe yang biasanya gemerlap kerlip lampu warna warni berubah gelap gulita. Hanya beberapa lampu teras yang menyala.

Usai meninjau tempat karaoke tersebut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan pantauannya di Juwana secara umum, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi ketentuan jam malam. Mereka beralasan belum mengetahui aturan PPKM.

“Kalau rata-rata yang agak sulit (mematuhi jam malam) itu angkringan, baik di Pati maupun Juwana. Alasannya klasik, biasa lah, mencari makan, berhubungan dengan urusan perut, dan lain-lain,” kata Haryanto.

Menghadapi hal ini, lanjut dia, pihaknya akan tidak henti-hentinya memberi pemahaman pada masyarakat. Sehingga PPKM tidak berujung sia-sia. Ia menegaskan bahwa tujuan PPKM ialah demi menurunkan persebaran covid-19.

“Toleransi sih toleransi, tapi karena PPKM ini kebijakan nasional, kita kan harus taat. Toh ini tidak lama, cuma dua minggu. Dari situ nanti kita akan mengetahui, sebelum dan sesudah PPKM seperti apa, penurunan kasus sejauh mana, angka kematian seperti apa,” ungkap Haryanto.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *