kipasoak indonesia

Viral Postingan di Medsos Bupati Tak Bermasker Hadiri Pernikahan saat PPKM , Ini Klarifikasinya

  • Bagikan
Your Ad Banner

WARTAPHOTO.net.PATI. Warganet di Kabupaten Pati mendadak geger, usai salah satu akun facebook memposting foto Bupati Pati berfoto dengan posisi melepas masker sedang mempelai dan orang tuanya menggunakan faceshield.

Adalah akun Ulil Al Aidie yang memposting di group facebook Komunitas Anak Asli Pati sekitar pukul 19.20 WIB. Namun tak lama unggahan tersebut hilang, lalu disusul akun feby dan Rama Pati. Namun kembali hilang. Terakhir akun Kenton yang memposting akun foto yang sama dan langsung trending. Sekitar 2 jam bertahan tercatat 13.152 komentar dan 13.726 respon emoticon. Terlebih unggahan foto tunggal tersebut tidak bermasker.

Postingan ini mendadak trending karena saat ini sedang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimana melalui surat edaran Gubernur juga Bupati Pati memberlakukan peniadaan sejumlah kegiatan yang sifatnya menyebabkan kerumuman. Salah satu poinnya adalah kegiatan sosial budaya, konser, hajatan ditiadakan.

Informasi yang dihimpun redaksi wartaphoto.net lokasi foto tersebut diambil Minggu siang, 17 Januari 2021 di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan. Bupati Pati Haryanto, menjadi saksi ijab Kabul pernikahan. Dijelaskannya, dalam acara itu pihak pengantin tidak menggelar pesta resepsi sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Pati nomor 443.1/037 tentang PPKM.

“Itu foto tadi siang, waktu saya jadi saksi ijab kabul di Ketitang Wetan. Tidak ada resepsi (hanya ijab kabul) karena prokes (protokol kesehatan) ketat,” ujarnya Minggu (17/1) malam.

Melalui akun instagram haryantoshmmmsi Bupati juga menyangkal dirinya tidak bermasker.Dirinya hanya melepas masker beberapa detik untuk keperluan foto kenang-kenangan mempelai.

Berikut keterangan Bupati.

Menanggapi Foto yang Viral di Grup FB, yang terkesan saya tidak mengenakan masker saat menghadiri acara ijab pernikahan.
Acara yang saya hadiri tersebut adalah hanya prosesi ijab antara mempelai dan penghulu, acara tersebut menaati prokes demi keamanan. Penghulu dan mempelai juga mengenakan faceshield, masker dan sarung tangan saat acara ijab berlangsung.
Pada saat sesi foto, memang sempat saya lepas sebentar untuk memperlihatkan wajah saya atas permintaan mempelai agar memiliki kenang-kenangan, namun setelah itu tentu saya pakai lagi maskernya. 

Menanggapi hal tersebut dikolom komentar akun adhi_pati_arsse menanggapi dengan pertanyaan

Lah emang boleh acara nikahan. Tetanggaku aja cuma nikahan resepsi orang terbatas. Tapi digrebek Satpol PP polisi disuruh bubaran padahal semua sudah lunas. Padahal acara di gedung.. Kenapa pak kenapa? Malah sampean hadiri pesta orang nikahan. Sementara di desa-desa mau nikah aja kucing-kucingan sama petugas. Pripon tanggepane sampean..

Bupati merespon dengan jawaban kalau ijab diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan hajatan.

Ada pula yang memancing komentar kearah membawa ke jalur hukum namun Bupati merespon normatif.

“Tidak perlu terlalu represif, jaga diri masing-masing dan keluarga saja nggih,” jawabnya.

Kasus ini menjadi buah bibir lantaran lebih dari setahun masyarakat harus bertahan karena pandemi covid19. Informasi beragam pro kontra, hoaks dan non hoaks berseliweran setiap hari sehingga mereka yang kurang literasi akan bias pandangannya.

\
Your Ad Banner
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of wartaphoto.net