kipasoak indonesia

Ganjar Cek Jalur Pantura : Perbaiki Secepatnya, Jangan Menunggu Musim Hujan Reda

  • Bagikan
Your Ad Banner

WARTAPHOTO.net. JATENG. Kerusakan jalan pantura kian parah. Diameter lubang dijalan raya bahkan sudah bisa disebut kubangan. Di beberapa daerah bahkan telah banyak korban terperosok karena kerusakan jalan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo gerak cepat mengambil langkah penanganan kerusakan jalur pantura Jawa Tengah. Usai memanggil Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY ke kantornya untuk rapat terkait penanganan kerusakan pantura, Selasa (23/2), Ganjar langsung mengajak tim BBPJN mengecek secara langsung kerusakan jalan itu. Rombongan ini melintasi jalur-jalur pantura mulai Semarang, Demak, Kudus dan Pati.

Selasa siang, 23 Februari 2020 dirinya nampak berhenti dan mengecek pekerja di jalur pantura Lingkar Pati. Mereka sedang memperbaiki jalan berlubang.  Sebelumnya Ganjar juga sempat berhenti di Demak melihat proses perawatan jembatan yang ada di sana.

“Tadi pagi saya sudah rapat bersama BBPJN dan kita minta dipercepat. Kemarin saya sudah cek pantura mulai Semarang, Kendal, Batang sampai Pekalongan, sekarang saya tengok Semarang, Demak, Kudus dan Pati. Saya ajak kawan-kawan ini untuk melihat kondisi kerusakannya yang memang cukup parah,” kata Ganjar.

Ganjar menegaskan semua kerusakan jalan itu mesti beres. Lubang-lubang yang menganga di jalanan harus segera ditambal dan tidak boleh menunggu proyek besar dilaksanakan.

“Kementerian PUPR sebenarnya sudah menyiapkan program-program long segmen, tapi ada yang selesai kontrak, ada yang belum. Rata-rata mulai pengerjaan Maret atau April. Untuk tindakan sementara berupa penambalan kan mendesak, maka saya minta kerjasama pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelamatkan,” terangnya.

Ganjar mengatakan akan membantu Balai Besar Jalan agar anggaran perawatan yang tidak terlalu banyak, dikonsentrasikan semua di depan atau awal tahun ini. Sebab melihat kondisi kerusakannya yang cukup parah sehingga harus menjadi prioritas.

“Nggak boleh menunggu, apalagi menunggu musim hujan reda karena kecelakaannya di musim hujan. Maka teorinya, penanganan darurat dengan teknologi dan sistem apapun mesti dilakukan dengan cepat,” tutupnya.

\
Penulis: Revan ZaenEditor: A. Muhammad
Your Ad Banner
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of wartaphoto.net