kipasoak indonesia

Inovasi, Siswa SMA PGRI 2 Kayen Ciptakan Kantong Kertas Berbahan Jerami dan Pelepah Pisang 

  • Bagikan
Your Ad Banner

WARTAPHOTO.net.KAYEN – Berbagai inovasi terus dilakukan oleh SMA PGRI 2 Kayen, Pati. Baru-baru ini, dua siswanya berhasil menciptakan kantong kertas (paper bag) ramah lingkungan berbahan jerami padi dan batang pisang.

Dua siswa tersebut ialah Arinda Kusumaningrum (17) dan Via Valenta Kafita (15). Keduanya masih duduk di kelas XI MIPA.

Tak tanggung-tanggung, temuan mereka meraih penghargaan khusus (medal honorable mention) pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO), Februari 2021 ini.

Adapun pemanfaatan dua bahan itu untuk menjadi kantong kertas ramah lingkungan sangat sederhana. Kedua bahan dilembutkan. Kemudian dicampur dengan larutan NaOH. Setelah itu dipadatkan dengan proses-proses khusus.

Mulanya, dua siswa itu berinisiatif membuat penelitian lantaran banyak jerami dan pohon pisang di daerah mereka, yakni di Kecamatan Sukolilo. Apalagi, pemanfaatannya dirasa masih sangat kurang.

“Dan juga sampah plastik yang ada di Indonesia sangat berlimpah. Itu sangat sulit terurai. Kami mencari solusi untuk mengurangi sampah plastik yang ada,” jelas Arinda Kusumaningrum, saat ditemui Wartaphoto di sekolahnya, (23/2/2021).

Gadia asal Desa/Kecamatan Sukolilo ini menyebut, kantong kertas yang mereka ciptakan banyak keunggulannya. “Hasil akhirnya dari penelitian kami, lebih bagus teksturnya,” ungkap dia.

Sementara Via Valenta Kafita menjelaskan, ada tiga komposisi penelitian yang mereka lakukan. Pertama, A1 B3 terdiri dari 25 persen batang pisang dan 75 persen jerami padi. Kedua, A2 B2 terdiri dari 50 persen jerami padi dan 50 persen batang pisang. Terakhir, A3 B1 terdiri dari 75 persen batang pisang dan 25 persen jerami padi.

“Dari ketiganya sampel terbaik adalah A3 B1. Paling baik karena teksturnya yang semakin halus,” ungkap dara asal Desa Kedungwinong, Sukolilo ini.

Mereka berharap, ke depan hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat. Serta, dapat berkembang lebih jauh.

Sementara itu, guru pembimbing mereka, Betty Shinta Indriani menjelaskan, penelitian yang dilakukan oleh kedua siswanya dilatarbelakangi oleh adanya peraturan pemerintah tentang larangan penggunaan kantong plastik.

“Karena di Pati ini, bupati sudah melarang penggunaan kantong kertas di toko ritel dan swalayan. Sudah ada peraturan untuk membawa tas belanjaan sendiri,” jelas dia.

Betty menjelaskan, sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa tas belanja yang terbuat dari spunbond (suatu jenis kain sintetis) bisa efektif mengurangi penggunaan plastik.

“Jadi anak-anak ini membuat paper bag sebagai solusi. kalau tidak ada tas kain itu, kita bisa pakai kantong kertas yang bahannya ramah lingkungan,” ungkap dia.

Sedangkan untuk menguji kantong kertas yang diciptakan oleh kedua anak didiknya ini, Betty menyebut jika pihaknya telah melakukan pengujian terhadap hasil inovasi mereka di Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Kementerian Perindustrian.

“Dan dari situ diketahui bahwa tas penelitaian anak-anak sudah sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia) pada klasifikasi kertas karton dengan gramator 150 gram per meter persegi,” terang dia.

Betty menambahkan, sementara ini belum memungkinkan bagi pihaknya untuk melakukan produksi massal atas hasil inovasi ini. Sebab, mereka masih melakukan produksi skala lab sekolah dengan alat yang masih sangat sederhana. Meski dimikian, ia tetap berharap hasil inovasi kedua anak didiknya bisa diproduksi massal dan bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

\
Your Ad Banner
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of wartaphoto.net