kipasoak indonesia

Ketua F-PD DPRD Pati Aris Sukrisno Ingatkan Mantan Kader Senior Jangan Aneh-Aneh dan Mengusik Kepemimpinan AHY

  • Bagikan
Your Ad Banner

WARTAPHOTO.net. PATI- Gerakan yang mengatasnamakan diri sebagai para senior dan pendiri Partai Demokrat terus menyuarakan Konggres Luar Biasa (KLB). Tujuan tersiratnya mengarah kepada upada menggulingkan kepemimpinan AHY. Mereka juga menuding SBY menjadikan Demokrat sebagai partai keluarga Cikeas.

Tudingan dan gerakan yang tidak mendasar itu sangat mengusik sejumlah kader partai berlambang Mercy tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pati, Aris Sukrisno pun ikut menyesalkan intrik yang dilakukan oleh para kader dan mantan kader senior tersebut.

“Saya menghormati mereka sebagai senior di partai, juga sebagai mantan atasan saya. Tapi terus terang apa yang mereka lakukan ini sangat melanggar etika politik. Mereka tidak punya hak suara, jadi jangan aneh-aneh,” ujar Aris.

Aris mengaku sedih dan prihatin dengan gerakan yang dilakukan oleh para seniornya di partai, apalagi sampai mengusik nama baik Ketua Majelis Tinggi PD, SBY.

“Mereka harusnya berfikir jernih dan tidak mengedepankan keinginan sesaat. Sejarah membuktikan kalau demokrasi dimulai dari kepemimpinan beliau, Pak SBY. Jadi sangat wajar nama SBY sebagai rohnya Demokrat. Sekarang AHY secara sah dan konstitusional dipilih sebagai Ketua Umum PD. Pak AHY orang yang cerdas dan tegas. Ini bisa dibuktikan tren PD yang mulai meningkat,” tukasnya.

Mantan Timses SBY-JK itu mengaku kagum pada sosok SBY sehingga dia memutuskan ikut bergabung dengan Demokrat pada 2007.

“SBY, saya melihatnya sebagai sosok yang santun cerdas dan bijak. Dari sanalah aku mengagumi Bapak  SBY yang notabene menjadi sosok yang bisa mengayomi rakyat,” terangnya.

Aris pun berharap, para pihak yang ingin mengkudeta AHY untuk intropeksi diri agar tidak salah dalam membuat statemen dan melangkah. Apalagi kebanyakan mereka adalah mantan pejabat Negara, sehingga perlu dipikrkan nama baik mereka di mata masyarakat.

“Silahkan membuat partai sendiri atau bergabung ke partai lain, anda akan lebih terhormat. Mereka tidak punya hak suara, jadi jangan aneh-aneh. Jangan ganggu Demokrat. Apapun suara dan gerakan mereka, kami akan semakin kuat menjaga martabat dan marwah partai kami,” pungkasnya.

\
Your Ad Banner
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of wartaphoto.net