kipasoak indonesia

Kadin Pati Gandeng Dinas Pertanian dan Bulog untuk Pulihkan Pertanian Pascabanjir

  • Bagikan
Your Ad Banner

WARTAPHOTO.net. PATI – Banjir yang melanda Kabupaten Pati sejak beberapa waktu lalu telah menggenangi ribuan hektar sawah. Bahkan, ada pula yang mengalami puso.

Merespon hal itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Pati mengambil langkah cepat untuk membantu para petani pascabanjir ini. Salah satunya, menggandeng beberapa pihak terkait untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat.

Dalam hal ini, Kadin mengadakan acara Forum Group Discussion (FGD) bertema “Pemulihan Pertanian Pascabanjir” di aula kantor setempat, Kamis (25/2/2021) siang. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Muhtar dan juga perwakilan dari Perum Bulog, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kebetulan kemarin kami sempat mengadakan sosialisasi di daerah Srikaton Kayen. Kita sangat prihatin dengan keadaan di sana. Banyak pertanian yang terkena dampak. Akhirnya kita mengadakan FGD,” kajelas Ketua Kadin Pati Didik Supriyanto.

Didik menyebut, dalam membantu pemulihan pertanian pascabanjir itu, nantinya pihak Dinas Pertanian akan membantu dari segi bibit.

“Sedangkan Bulog insyaallah akan ikut membantu penyelesaian di padinya. Setelah panen kami akan membantu menjembatani dan memfasilitasi (petani) ke bulog agar bisa stabil di harganya (beras),” jelas dia.

Sementara, Plt Kepala Dispertan Pati Muhtar mengatakan, pihaknya juga sudah gayung sambut bersama lintas sektor untuk menangani pemulihan pertanian.

“Terbukti hari ini Kadin juga sudah hadir bersama, memberikan andil gagasan dan kegiatan nyata kaitannya penanganan banjir di Pati. Di sektor pertanian, langkah riil yang telah kami lakukan, kami sudah mendata dan memberikan usulan untuk bantuan benih. Dan mungkin sarana pertanian lain kepada provinsi,” kata Muhtar.

Muhtar menjelaskan, pemeritantah kabupaten juga telah melakukan langkah terpadu, yakni melakukan koordinasi bersama dengan forkompimda dan unsur terkait untuk melakukan langkah-langkah darurat dan cepat jangka panjang. Salah satunya, meminta upaya normalisasi sungai Juwana secara komprehensif dan tuntas dari hulu sampai hilir.

“Sedangkan untuk jangka pendek akan kita upayakan bantuan benih pada petani yang puso atau tergenang. Itu berikutnya akan kita fasilitasi pembayaran premi dari asuransi usaha tani padi,” jelas dia.

Muhtar menambahkan, pihaknya juga meminta para petani untuk merubah pola tanam padi khususnya Musim Tanam (MT) satu agar nanti pada saat panen tidak terjadi banjir.

“MT satu nanti akan dilaksanakan lebih maju pada bulan September. Sehingga Desember sudah bisa panen raya,” tandas dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

\
Your Ad Banner
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of wartaphoto.net