
DUKUHSETI | WARTAPHOTO.NET— Memperingati Hari Santri 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, kepedulian sosial ditunjukkan oleh civitas akademika SMK Manahijul Huda Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda Ngagel, madrasah ini menggelar aksi nyata berupa penyaluran bantuan donasi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Dukuhseti.
Kepala SMK Manahijul Huda Ngagel, Puji Maryati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati, kepedulian, sekaligus wujud pengabdian santri terhadap lingkungan sosial tempat mereka tumbuh dan belajar.
“Kegiatan ini ditujukan kepada warga di beberapa desa sekitar sebagai bentuk rasa kepedulian, empati, serta pengabdian santri terhadap lingkungan sosial tempat mereka tumbuh dan belajar,” ungkap Puji Maryati, Kamis (22/10/2026).

Dalam aksi sosial tersebut, sebanyak 12 tangki air bersih didistribusikan secara langsung ke sejumlah desa di Kecamatan Dukuhseti untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar SMK Manahijul Huda, pihak yayasan, para santri, serta masyarakat sekitar yang turut membantu melancarkan kegiatan kemanusiaan ini.
“Semoga setiap tetes air yang disalurkan menjadi ladang pahala jariyah bagi kita semua. Selamat Hari Santri Nasional 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” tambahnya.

Aksi solidaritas ini menjadi sangat relevan di tengah situasi kemarau panjang yang kian mengkhawatirkan di Kabupaten Pati. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati per 14 Oktober 2026, krisis air bersih telah meluas ke 75 desa di 12 kecamatan, dengan total 45.618 jiwa dari 13.698 kepala keluarga (KK) bergantung sepenuhnya pada pasokan air bersih.
Kecamatan Dukuhseti sendiri tercatat masuk dalam wilayah kekeringan tingkat ringan atau zona kuning. Meskipun berada di zona kuning, bantuan dan pasokan air bersih tetap krusial mengingat musim kemarau masih melanda.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menegaskan bahwa penanganan dan penyaluran air bersih terus dilakukan setiap hari tanpa henti.
“Ya, (bantuan air dikirim) terus sampai nanti musim hujan tiba. Selama masyarakat masih butuh, ya tetap disalurkan,” ujar Martinus saat dihubungi melalui telepon, Jumat (16/10/2026).
Martinus menambahkan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga November. Oleh karena itu, jumlah desa terdampak kekeringan berpotensi terus bertambah.
“Prakiraan hujan untuk wilayah Pantura Timur termasuk Pati, Rembang, dan Blora, baru dimungkinkan pada pertengahan November. Wilayah ini menjadi yang paling akhir menerima hujan di Jawa Tengah,” jelas dia.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah seperti BPBD, organisasi kemanusiaan, hingga lembaga pendidikan melalui aksi nyata para santri seperti di SMK Manahijul Huda ini, diharapkan beban masyarakat terdampak kekeringan dapat terus terbantu hingga musim penghujan benar-benar tiba di bumi Mina Tani.
Reporter: Dimas
Editor: Revan Zaen