
PATI | WARTAPHOTO.NET – Sebanyak 150 siswa dan guru SMK Tama Jaya School, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Anggota MPR RI, Sabtu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Optimalisasi Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tahap ke-6 di daerah pemilihan. Materi yang disampaikan mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Anggota MPR RI dari Fraksi NasDem, Hj. Sri Wulan, SE., M.M., melalui narasumber utama Dr. R. MA Irfan Rahmana, SE., MM., mengajak para pelajar memahami nilai-nilai kebangsaan tidak hanya sebagai materi yang dipelajari di ruang kelas.
Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila, konstitusi, keutuhan NKRI, dan keberagaman perlu diwujudkan dalam sikap sehari-hari. Terlebih, pelajar merupakan bagian dari generasi yang akan melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Nilai-nilai kebangsaan harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah menjadi salah satu tempat penting untuk menanamkan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menjaga persatuan,” ujar Irfan.
Ia menekankan bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, perbedaan latar belakang, pandangan, maupun budaya tidak semestinya menjadi alasan untuk terpecah.
“Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun kebersamaan. Justru dari keberagaman itu kita belajar untuk hidup berdampingan dan saling menghormati,” katanya.
Sementara itu, Hj. Sri Wulan menyampaikan bahwa sosialisasi 4 Pilar menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda mengenai nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia berharap para siswa tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi mampu menerapkannya melalui perilaku sederhana di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika perlu terus diperkuat agar menjadi bagian dari sikap dan perilaku sehari-hari,” ujar Sri Wulan.
Sri Wulan juga mengajak para siswa menggunakan perkembangan teknologi secara bijak. Menurutnya, ruang digital dapat menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun komunikasi yang positif, selama digunakan dengan penuh tanggung jawab.
“Anak-anak muda sekarang sangat dekat dengan teknologi. Ini bisa menjadi kekuatan apabila digunakan untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan hal-hal positif. Jangan sampai perbedaan di ruang digital justru menjadi sumber perpecahan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara empat materi kebangsaan tersebut. MPR menjelaskan bahwa Pancasila diposisikan sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia.
Kegiatan di SMK Tama Jaya School diharapkan tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang dialog bagi siswa dan guru untuk memahami persoalan kebangsaan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Melalui pemahaman tersebut, nilai persatuan, toleransi, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap perbedaan diharapkan dapat tumbuh dalam lingkungan sekolah dan kehidupan masyarakat.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad