29
September
2026
Selasa - : WIB

SMK Tunas Harapan Pati Dorong Link and Match Industri, KADIN Soroti Serapan Lulusan

wartaphoto net
2026/09/28 pada Berita, Pati, Pendidikan

PATI | WARTAPHOTO.NET — Upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan dunia industri terus dilakukan SMK Tunas Harapan Pati. Salah satunya melalui Sosialisasi Uji Sertifikasi Industri dan MOU serta Link and Match Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK, yang digelar di Auditorium SMK Tunas Harapan Pati, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Subaskoro dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Pati sebagai salah satu narasumber. Agenda ini menjadi bagian dari Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026 sekaligus upaya membangun keselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kepala SMK Tunas Harapan Pati, Eny Wahyuningsih, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menyamakan pemahaman antara pihak sekolah dan industri mengenai kebutuhan tenaga kerja sekaligus mekanisme penyaluran lulusan.

“Kami berharap terjadi pemahaman yang sama antara sekolah dengan industri tentang kebutuhan pemenuhan tenaga kerja dan penyaluran lulusan di bawah koordinasi Kamar Dagang Industri (KADIN) Pati, karena ketiga pihak ini mempunyai visi dan misi yang sama yaitu memajukan iklim industri di Kota Pati,” kata Eny Wahyuningsih.

Menurut Eny, Link and Match antara sekolah, industri, dan KADIN menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan kerja.

Sementara itu, Subaskoro menekankan agar kegiatan semacam ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dilanjutkan melalui program konkret yang memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Acara ini harus ditindaklanjuti dengan program-program yang konkret guna memutus angka pengangguran yang didominasi oleh lulusan SMK,” ujar Subaskoro.

Ia menilai persoalan pengangguran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, lembaga ketenagakerjaan, hingga satuan pendidikan.

“Pemerintah daerah Kabupaten Pati beserta stakeholder terkait yakni Depnaker, Disdagperin, asosiasi dunia usaha dan juga pelaku akademisi dari SMK yang ada di Kabupaten Pati, harus duduk bareng untuk menyelesaikan masalah pengangguran di Kabupaten Pati,” katanya.

Subaskoro juga mendorong agar industri di Kabupaten Pati memberikan ruang yang lebih besar bagi lulusan SMA dan SMK lokal untuk memasuki dunia kerja.

“Kita harus mengutamakan lulusan SMK/SMA di Kabupaten Pati untuk bisa kerja di industri di wilayah Kabupaten Pati,” tuturnya.

Dalam acara ini, dilakukan pula penandatanganan kesepahaman (MoU) dengan tiga industri serta kunjungan ke area praktik SMK Tunas Harapan Pati. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pembelajaran di sekolah, sertifikasi kompetensi, dan kebutuhan dunia industri.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close