
PATI | WARTAPHOTO.NET — Komisi A DPRD Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kamis (24/9/2026). Sidak ini dilakukan untuk memantau langsung proses pemadaman serta mengevaluasi kinerja tim Pemadam Kebakaran (Damkar) di lapangan.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, tim Damkar menerjunkan personel gabungan dari Pos Kayen, Juwana, dan Pati Kota. Operasi pemadaman juga didukung oleh lima unit mobil supply air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.
Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, mengungkapkan bahwa petugas menghadapi dua kendala utama saat menjinakkan si jago merah, yakni persoalan akses jalan menuju titik api dan terbatasnya jumlah armada mobil supply.
“Yang pertama akses menuju lokasi. Tadi sore diupayakan pembukaan akses baru melewati jalur perkebunan warga agar armada pemadam bisa masuk lebih dekat ke titik api. Kendala kedua adalah keterbatasan armada mobil supply,” ujar Narso saat memberikan keterangan di lokasi.
Narso menjelaskan, usulan pengadaan tambahan armada mobil supply sebenarnya sudah diajukan oleh Satpol PP dan Satuan Damkar. Namun, keterbatasan APBD membuat alokasi anggaran tersebut belum dapat direalisasikan tahun ini.
”Kemarin memang dari Pemadam Kebakaran dan Satpol PP sudah mengajukan pengadaan mobil supply. Tapi karena keterbatasan anggaran, belum bisa terealisasi tahun ini. Kami berharap bisa dialokasikan dan direalisasikan pada tahun depan,” lanjutnya.
Meski pasokan air masih relatif terkendali berkat bantuan BPBD, Narso menilai jumlah armada yang ada saat ini belum ideal untuk menangani kebakaran ber skala besar. Menurut penilaiannya, dibutuhkan setidaknya 6 hingga 7 unit mobil supply agar proses pemadaman berjalan optimal, sementara armada yang tersedia saat ini baru 5 unit.
Guna mempercepat penanganan, Komisi A meminta adanya sinergi dan koordinasi ketat antardinas terkait, termasuk pelibatan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membuka dan meratakan akses jalan di sekitar lokasi TPS.
“Kami berharap koordinasi lintas instansi ini berjalan simultan. Petugas Damkar harus didukung penuh oleh dinas-dinas terkait agar penanganan jauh lebih cepat,” tegas Narso.
Mengenai dampak bencana, Narso mengonfirmasi, sejauh ini belum ada laporan mengenai warga yang terdampak langsung akibat kebakaran, Namun, gumpalan asap pekat mulai menyebar dan mengganggu kenyamanan warga di sejumlah desa tetangga, seperti Desa Plosojenar, Tlogomojo, Ketip hingga Ngening.
Komisi A DPRD Pati menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras para petugas di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman pemadam kebakaran. Sesuai semboyannya: pantang pulang sebelum padam,” pungkas Narso.
Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen