29
September
2026
Selasa - : WIB

50 Ton Ikan Sapu-Sapu di Bendung Karet Juwana Dikubur, Berawal dari Keluhan Bau Warga

wartaphoto net
2026/09/23 pada Berita, Jepara, Pati
Foto: Humas Jateng

PATI | WARTAPHOTO.NET – Sekitar 50 ton ikan sapu-sapu yang mati dan terperangkap di Bendung Karet Sungai Juwana, Kabupaten Pati, akhirnya dikubur setelah bangkainya menimbulkan bau yang mengganggu warga sekitar.

Puluhan ton ikan invasif tersebut dikumpulkan dari dasar bendung yang mengering akibat kemarau panjang. Ikan-ikan itu kemudian dipindahkan dan dikubur di lahan milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Penguburan dilakukan pada Kamis (17/9/2026) dengan melibatkan warga sekitar dan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah. Sebelum dikubur, ikan dikumpulkan secara manual menggunakan jaring.

Pengawas Perikanan Ahli Muda DKP Provinsi Jawa Tengah, Johan Wahyudi, mengatakan kondisi ikan yang ditemukan cukup beragam. Sebagian masih hidup, sedangkan lainnya sudah mati, mengering, hingga membusuk.

“Baru terdeteksi ketika kemarin bendung itu kering. Selama ini warga mengatakan bendung itu nggak pernah kering. Baru diketahui ketika kemarau panjang, baru kering dan kelihatan ikan sapu-sapu di situ,” ungkap Johan.

Menurutnya, keberadaan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar baru diketahui setelah Bendung Karet Sungai Juwana mengalami kekeringan. Selama ini, bendung tersebut tidak pernah benar-benar kering sehingga keberadaan ikan invasif itu tidak terlihat.

Bangkai ikan yang menumpuk kemudian menimbulkan persoalan lingkungan, terutama bau yang berpotensi terbawa angin ke permukiman warga.

“Kalau kanan kirinya sih sawah, cuma potensi bau itu kalau tidak diatasi pastinya nanti kalau kebawa angin juga baunya bisa sampai warga,” lanjutnya.

Johan menjelaskan ikan sapu-sapu termasuk jenis ikan yang dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2020. Keberadaan ikan tersebut dinilai berpotensi menjadi invasif dan mengancam keberadaan ikan endemik lokal.

Berawal dari Keluhan Warga

Persoalan bau bangkai ikan sapu-sapu sebelumnya telah mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespons keluhan warga yang terdampak bau akibat mengeringnya Bendung Karet Sungai Juwana.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan dirinya telah mengecek lokasi dan bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat.

Dari pengecekan tersebut, warga mengeluhkan bau bangkai ikan sapu-sapu yang mengganggu. Mereka juga meminta agar aliran air dari waduk kembali dialirkan untuk menggenangi sungai sekaligus mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

“Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu,” kata Urip, Selasa (8/9/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati sepakat memindahkan bangkai ikan dari lokasi. Bangkai tersebut direncanakan dikubur di lahan kosong di sekitar Bendung Karet.

“Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu,” ujarnya.

Saat itu, proses penanganan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar sepekan karena harus mendatangkan alat berat untuk menggali tanah. Sementara untuk kembali mengalirkan air ke sungai, diperlukan koordinasi dengan instansi yang berwenang mengelola sumber air.

Pernah Mengering pada 2024

Sekretaris Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan mengeringnya Bendung Karet Sungai Juwana bukan kali pertama terjadi. Kondisi serupa pernah terjadi pada 2024.

Menurutnya, persoalan bau bangkai ikan perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak lain bagi masyarakat, termasuk kekhawatiran terhadap penyebaran penyakit.

“Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani,” kata Luwito Kito.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close