16
September
2026
Rabu - : WIB

HUT ke-78 RI: Warga Kendeng Gelar Upacara di Gundukan Sampah Sungai Tus Sukolilo Pati

wartaphoto
2023/08/17 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia disambut suka cita oleh seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali warga lereng Pegunungan Kendeng, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Ratusan warga turut menggelar upacara di Sungai Tus, turut Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, pada Kamis (17/8/2023) pagi.

Tampak sungai tersebut penuh dengan sampah. Sehingga diharapkan dengan adanya upacara di tempat ini, pemerintah akan semakin memperhatikan masyarakat kecil.

Dari pantauan Wartaphoto.net di lokasi, pada pukul 08.30 WIB upacara dimulai. Peserta yang hadir bukan hanya dari wilayah Sukolilo Pati saja, melainkan dari sejumlah daerah seperti Kudus, Blora, Grobogan, dan Rembang. Mereka dari kalangan petani, buruh, hingga mahasiswa.

Upacara ini bertajuk “Merdiko Mbangun Jiwo” yang mempunyai arti merdeka membangun jiwa.

Sebelum upacara dimulai, terdapat pagelaran kesenian barongan dan juga teatrikal seorang perempuan naik perahu yang memunguti sampah di sungai.

Tak hanya itu, di lokasi upacara juga terdapat spanduk yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo. Spanduk itu bertuliskan “Pak Jokowi Tulung Kaline Dikeduk, Ben Petani Iso Nandur” (Pak Jokowi tolong sungainya dinormalisasi biar petani bisa menanam).

Sementara bendera merah putih dikibarkan oleh seorang pria dengan cara memanjat bambu yang digunakan sebagai tiang. Setelah bendera itu berkibar, para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama.

Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gunretno, yang juga tokoh Sedulur Sikep, bertindak sebagai pembina upacara. Dirinya berdiri di gundukan sampah yang digunakan sebagai mimbar. Gunretno juga didampingi oleh empat orang berkostum Punakawan, yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

Gunretno mengatakan, Sungai Tus ini mengalir dari Pegunungan Kendeng sampai ke Juwana. Menurut dia, sungai ini seharusnya menjadi urat nadi masyarakat. Namun pada kenyataannya, kondisinya dipenuh oleh sampah.

“Kami memikir memilih di sini agar masyarakat bergerak bersama. Kami juga bukan sekedar upacara rakyat. Kami akan menindaklanjuti masalah ini dengan dulur-dulur yang berada di sapanjang kecamatan dan desa yang dilalui Sungai Juwana ini,” tutur dia usai upacara.

Gunretno juga berharap kepada Presiden Joko Widodo agar memperhatikan masalah rakyat, khususnya di wilayah tersebut. Dia berharap agar ada perhatian bersama untuk menangani kerusakan alam di Pegunungan Kendeng dan Sungai Tus yang kondisinya semakin dangkal karena sedimentasi.

“Kami lihat di sosmed banyak masalah rakyat itu tidak menjadikan pak Jokowi tahu, mungkin di sini ada tulisan (sapanduk yang ditujukan kepada Presiden) nanti teman-teman bisa foto dan diviralkan,” kata dia.

Menurut Gunretno, permasalah sampah yang menjadikan sedimentasi di sungai tidak bisa diatasi hanya oleh pemerintah saja, melainkan seluruh masyarakat.

“Kami sadar betul bahwa normalisasi tidak bisa menyelesaikan semuanya. Butuh masyarakat untuk menangani ini,” ujar dia.

Sementara upacara rakyat di sungai ini ditutup dengan brokohan (bancakan) bersama. Selepas sesepuh membacakan doa, para peserta kemudian makan bersama. Setelahnya, mereka bersama-sama membersihkan sampah yang ada di sungai tersebut.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close