
WARTAPHOTO.NET. JEPARA – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gemilang Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati adakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC). Kegiatan ini diikuti oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), PKK, serta Masyarakat Bumiharjo, Kecamatan Keling, Jepara, (3/9/2023).
Ismatul Saidah selaku ketua kegiatan menjelaskan, bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar limbah-limbah dapur dari rumah warga dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang berguna, yakni pupuk cair organik.
“Dengan diadakanya pelatihan ini, peserta yang hadir tidak bingung lagi bagaimana cara pembuatan pupuk cair yang baik dan benar. Selain itu agar nantinya peserta juga dapat menukarkan ilmu yang mereka dapatkan dari pelatihan pembuatan pupuk cair ini,” jelasnya.
Pihaknya berharap agar nantinya warga setempat tidak lagi membuang sisa-sisa sampah organik begitu saja. Namun dapat dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman di pekarangan rumahnya.
“Kami harap setelah pelatihan yang diadakan ini, masyarakat dapat mempraktikkan di rumah dan bisa memanfaatkan sampah dapur yang sudah tidak terpakai lagi, sehingga tidak terbuang begitu saja,” harapnya.
Untuk diketahui, acara ini dinarasumberi oleh Siswanto yang merupakan dosen dari IPMAFA. Dalam pelatihan ini lebih banyak dilakukan praktek, sehingga peserta bisa langsung memahami proses pembuatan pupuk cair organik.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajari memilah berbagai bahan-bahan yang akan digunakan. Antara lain limbah-limbah dapur, kulit bawang putih dan bawang merah yang bisa untuk menghalangi hama juga menambah nutrisi pada tanaman.
Selain itu limbah sampah dapur juga bisa ditambahkan dedaunan, dedak, air cucian beras EM4 dan tetes tebu.
Adapun caranya adalah, sisa limbah dapur, dedaunan, sisa buah-buahan, dipotong-potong menjadi beberapa bagian sebagai mempermudah fermentasi. Kemudian potongan limbah sayur dan buah dimasukkan kedalam wadah berupa ember ataupun botol air mineral.
Lalu masukkan air secukupnya ke dalam wadah yang telah bersisi potongan limbah sayuran. Campuri tetes tebu kedalam wadah secukupnya, disesuaikan dengan wadah yang dipakai. Yang terakhir masukkan EM4 setengah dari tetes tebu yang dimasukan.
Karena, perbandingannya EM4 harus lebih rendah dari tetes tebu, yaitu setengahnya Lalu aduk campuran tersebut hingga tercampur dengan sempurna dan tutup dengan rapat.
Setelah dua minggu, pupuk cair organik telah siap untuk digunakan. Karena proses fermentasi limbah sayur dan buah-buahan akan memakan waktu paling cepat selama dua Minggu. Semakin lama waktu fermentasi, maka semakin lebih bagus hasilnya pupuk cair organik untuk digunakan pada tanaman.
*/A. Muhammad.