
WARTAPHOTO.NET. WINONG – Puluhan warga Desa Serutsadang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, datangi balai desa setempat, Kamis (5/10/2023).
Mereka meminta kandang ternak ayam pedaging di desa tersebut ditutup. Sebab, kandang itu dinilai mengganggu warga karena menimbulkan bau tak sedap.
Warga yang datang ke balai desa, juga membawa beberapa poster dengan tulisan berisi kekesalan.
”Bisnis yo monggo. Tapi ojo nyusahno tonggo. (Berbisnis ya silakan. Tapi jangan menyusahkan tetangga),” begitu tulisan salah satu poster yang dibawa warga.
Salah satu warga RT 1 RW 2, Ahmad Suwandi (50) mengatakan, selain menimbulkan bau tak sedap, kandang itu juga dinilai menimbulkan lalat.
”Warga mengeluhkan bau dan lalat. Kalau lalatnya ndak terlalu, warga ndak mungkin protes,” kata dia.
Karena hal itu, dirinya bersama warga meminta agar kandang tersebut dipindah oleh pemiliknya.
”Kandang harus dipindah atau dinonaktifkan. Kalau diisi, warga terganggu,” tutur dia.
Menurut dia, bau busuk dari kandang ayam itu mencapai ratusan meter. Sedangkan kandang berada di samping rumah warga.
”Padahal rumah kami berjarak nggak ada 50 meter dari kandang ayam. Ada yang samping persis,” ucap dia.
Ia menjelaskan, kandang ayam ini sudah berdiri sekitar 5 tahun yang lalu. Warga juga pernah melancarkan aksi protes. Namun tidak diindahkan.
”Sudah sempat protes. Dia (pemilik) minta waktu, minta tempo. Kalau ada biaya mau dinonaktifkan atau dipindahkan. Didiamkan malah lalatnya semakin banyak,” ujar dia.
Bahkan, lanjut Ahmad Suwandi, warga tidak pernah dimintai izin terkait pendirian kandang ayam itu.
”Ndak ada tetangga saya yang tanda tangan atau dimintai izin. Kalau Pak RT kurang tahu saya,” ujar dia.
Sebelumnya, warga sudah mengeluhkan kondisi ini kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati. Sehingga dinas tersebut meminta Pemerintah Desa (Pemdes) melakukan audiensi.
Puluhan warga dan perwakilan peternak ayam akhirnya berunding dalam audiensi yang dipimpin oleh Kepala Desa Serutsadang, Endro Waliyono. Namun dalam audiensi itu, belum menemui titik temu.
Bahkan pemilik ternak ayam, Wagimin, tak menghadiri secara langsung audiensi tersebut. Dia diwakili oleh karyawannya.
”Audiensi bakal digelar lagi pekan depan. Karena pemilik usaha ndak bisa datang,” jelas Endro Waliyono.
Sementara itu, pengelola kandang, Ahmad Widiyono, mengaku jika selama ini pihaknya sudah berusaha untuk tidak mengganggu lingkungan.
”Kita maksimalkan lagi, kita usahakan agar tidak ada lalat. Kita berikan obat disinfektan dan sebagainya. InsyaAllah tidak terganggu,” tutur dia.
Ia menambahkan, hasil kandang ayam itu juga digunakan oleh pemilik kandang untuk membantu membangun masjid.
Sementara untuk penutupan, ia belum bisa memutuskan. Pihaknya masih menunggu pemilik kandang yang saat ini berada di luar negeri.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen