
WARTAPHOTO.NET. PATI – Sebanyak 5.000 petani di Kabupaten Pati mendapatkan pupuk nonsubsidi dengan harga murah. Mereka pun berbondong-bondong datang ke Gudang Pupuk Penyangga (GPP) Pati di Jalan Pati-Kudus, pada Kamis (25/1/2024) untuk mengambil pupuk murah ini.
Sugiharto, petani asal Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo mengatakan, dirinya sengaja datang ke Gudang PT Pupuk Indonesia Pati sejak pagi untuk mendapatkan 25 kg pupuk urea dan 25 kg pupuk NPK dengan harga murah.
“Harganya Rp270 ribu untuk satu peket pupuk nonsubsidi ini. Kalau normalnya harga pupuk dengan jumlah itu ya lebih dari Rp400 ribu,” kata dia.
Meskipun ia mendapatkan pupuk dengan harga murah, namun dirinya menyebut jika jumlah yang didapatkan ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga petak lahannya.
”Lahannya ada tiga kotak. Saya tanami tebu dan jagung. Jadi juga butuh pupuk lainnya,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pati, Niken Tri Meiningrum menyambut baik program Gebyar Diskon Pupuk ini. Menurut dia, ini sangat membantu petani di tengah keterbatasan pupuk subsidi.
”Mudah-mudahan petani terbantu dengan adanya Gebyar Diskon Pupuk ini. Ini ada potongan, sehingga kekurangan pupuk subsidi bisa dipenuhi pupuk nonsubsidi,” ungkap dia.
”5 ribu petani (yang mendapatkan pupuk murah) ini dari 21 kecamatan. Kalau jumlah petani di Kabupaten Pati hampir 120 ribu. Jadi masih kurang. Alokasi sedikit bisa dipenuhi dengan nonsubsidi,” lanjut dia.
Sementara itu, Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto mengatakan, dalam rangka menjaga ketersediaan pupuk, Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian melalui Pupuk Indonesia menggelar program Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota/kabupaten selama bulan Januari sampai dengan Februari 2024.
“Selama musim tanam ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dukungan bagi petani agar bisa mendapatkan hasil yang optimal di musim panen nanti. Gebyar Diskon Pupuk 2024 diselenggarakan Pupuk Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah, di berbagai kota selama bulan Januari hingga Februari 2024. Rangkaian acara ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk petani serta memberikan kemudahan bagi petani untuk memperoleh pupuk di musim tanam ini,” kata Bob.

Pada kegiatan Gebyar Diskon Pupuk, lanjut Bob, Pemerintah menugaskan Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk nonsubsidi dan mendorong petani agar segera melakukan penebusan pupuk.
Ia menjelaskan, Pemerintah juga senantiasa memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi, yakni dengan cara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah sentra pertanian.
Hingga tanggal 22 Januari 2024 ketersediaan pupuk bersubsidi dan pupuk nonsubsidi tercatat sebesar 1.988.120 ton atau setara sekitar 200 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan Pemerintah. Adapun angka stok ini terdiri atas pupuk bersubsidi sebesar 1.395.936 ton dan pupuk nonsubsidi sebesar 592.184 ton.
“Pupuk Indonesia menjalankan program Gebyar Diskon Pupuk sesuai dorongan pemerintah agar petani bisa menikmati pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau serta membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Semoga program ini dapat mendorong petani untuk menanam lebih awal sehingga kesuksesan musim tanam awal tahun ini bisa kita tuai bersama saat panen bulan April nanti,” beber dia.
Ia menyebut, pupuk ini lebih murah dibandingkan harga normal. Normalnya pupuk nonsubsidi 50 kg seharga sekitar Rp 450 ribu. Setelah mendapatkan diskon, petani hanya membayar Rp270 ribu.
”Harganya kedua pupuk (50 kg) itu seharga Rp 450 ribu. Setelah didiskon 40 persen, petani hanya membayar Rp 270 ribu,” ucap dia .
Ia menuturkan program ini tidak hanya dijalankan di Kabupaten Pati saja. Tapi di sekitar 30 kota/kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Setiap daerah mendapatkan kuota sekitar 5.000 petani.
Bob berharap Gebyar Diskon Pupuk dapat membantu petani, sehingga produksi pangan di sektor pertanian dapat maksimal.
Sebagaimana diketahui, pemerintah sejauh ini memiliki keberpihakan tinggi terhadap petani, salah satunya melalui program subsidi pupuk yang setiap tahunnya dialokasikan sekitar Rp25 triliun. Ini disiapkan pemerintah untuk membantu petani mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau.
Pada tahun 2024, Pemerintah berencana menambah alokasi subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun agar semakin banyak petani yang mendapat pupuk bersubsidi.
Tidak sampai di situ, Pemerintah juga mempermudah mekanisme penebusan pupuk bersubsidi hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh seluruh petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen