
WARTAPHOTO.NET. PATI – Harga biji kopi robusta di Kabupaten Pati mengalami penurunan. Sebelumnya, harganya mencapai Rp 80 ribu per Kilogram, namun kini turun menjadi Rp 73 ribu per kilogramnya.
Ketua Klaster Kopi Pati, Muttaqin mengatakan, turunnya harga komoditas ini seiring dengan merosotnya harga kopi gelondong di tingkat petani.
“Harganya turun, mengikuti turunnya harga kopi cherry (gelondong) yang kemarin tembus Rp 17.500 kini turun di angka Rp 12 ribu per kilogram,” kata dia kepada Wartaphoto, Sabtu (3/8/2024).
Ia menyebut, saat ini biji kopi yang siap diroasting atau digiling harganya Rp 73 ribu perkilogram.
“Harga masing-masing daerah di Pati beda. Ada yang Rp 73 ribu, ada yang Rp 75 ribu per kilogram,” sebut dia.
Sementara itu, petani kopi robusta Dukuh Segawe, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Pati, Joko Prasetyo mengungkapkan, meskipun mengalami penurunan, namun harga kopi saat ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebut, pada tahun 2022 harga kopi hanya berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram. Kemudian di tahun 2023 harganya antara Rp 31 ribu hingga Rp 33 ribu per kilogram.
Lalu, di awal tahun 2024, harga kopi menyentuh angka Rp 50 ribu per kilogram. Harga tersebut terus melonjak hingga kini tembus Rp 75 ribu per kilogram.
”Bulan Januari dan Februari kemarin, harga kopi awalnya Rp 50 ribu per kilogram. Terus merangkak naik, sampai saat ini Rp 75 ribu per kilogram,” kata dia.
Menurut dia, tingginya harga kopi ini membuat petani terpaksa memanen lebih awal untuk mengejar harga jual.
”Ini masih hijau buah kopinya kita petik karena untuk mengejar harga yang tinggi saat ini. Takutnya di bulan-bulan tertentu nanti harganya turun,” jelas dia.
Selain itu, lanjut dia, panen dini ini juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya pencurian buah kopi di kebun.
”Kita juga takutnya dipanen duluan sama pencuri. Harga kopi yang tinggi saat ini sangat rawan aksi pencurian kopi di kebun. Yang di pohon-pohon itu belum hijau sudah dipetik pencuri, kita yang punya nggak kebagian,” tandas Ketua Kelompok Tani Segawe Lumintu Mberkahi ini.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad