
WARTAPHOTO.NET. PATI – Angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati tergolong tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, kasus DBD menembus 578 kasus dengan angka kematian sebanyak 4 orang. Kasus ini terhitung dari bulan Januari 2024 hingga awal Desember 2024.
Menanggapi tingginya angka DBD ini, Sekretaris Komisi A DPRD Pati, Kastomo, meminta Dinas Kesehatan menggerakkan seluruh pegawai dan kader kesehatan sampai ke desa untuk menanggulangi agar kasus DBD tidak semakin meninggi.
“Saya mohon pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan betul-betul melakukan penanganan dengan serius, yaitu menggerakkan semua pegawai kesehatan sampai ke kader kesehatan tingkat desa untuk bersama-sama dalam pencegahan. Mohon pemerintah punya strategi penanganan yang cepat dalam hal ini,” kata dia kepada Wartaphoto (9/12/2024).
Ia menjelaskan, untuk mengatasi hal ini, perlu adanya “Jaga RT” yang langsung dipegang oleh ketua RT dan pengurusnya. Kemudiam, melaksana Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) setiap minggunya.
“Selain itu, pegawai kesehatan dan kader kesehatan desa juga harus langsung turun, tidak hanya mengimbau dan sosialisasi saja dengan teori,” ucap dia.
Menurut dia, agar berjalan efektif, pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk vaksin DBD secara bertahap.
“Tidak harus dalam satu tahun selesai tapi bertahap. Vaksin bisa diberikan kepada daerah prioritas yang setiap tahun adanya penderita yang tinggi karena lokasi daerahnya lembab atau genangan airnya langgeng,” tutur Kastomo.
Untuk diketahui, Kastomo juga sudah melakukan imbauan kepada ratusan warga agar melakukan PSN. Imbauan itu ia sampaikan dalam kegiatan silaturahmi serta serap aspirasi bersama PAC Muslimat dam Fatayat NU Winong, yang berlangsung di Aula Pertemuan H. Syahid, Desa Tawangrejo Winong, 8 Desember 2024.
“Warga saya imbau agar melakukan prosedur 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang bisa menjadi genangan air. Seperti bak mandi, drum air, atau toren air. Selain itu, saya sarankan agar masyarakat menggunakan obat antinyamuk, baik lotion, semprotan, atau obat bakar anti-nyamuk di dalam rumah atau saat beraktivitas di luar ruangan,” jelas dia.
Sekretaris Fraksi PKB ini juga menyarankan agar warga memasang kasa nyamuk. Baik di jendela, pintu, dan ventilasi rumah untuk mencegah nyamuk masuk. Kemudian, warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan memastikan lingkungan sekitar rumah bersih dan terbebas dari sampah atau barang-barang yang tidak digunakan.
“Masyarakat juga kami minta menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti lavender, serai, mint, atau lemon balm. Juga, memasang kelambu di tempat tidur,” ungkap dia.
“Jangan lupa juga, agar menggunakan pakaian tertutup, kenakan pakaian yang menutupi tubuh secara keseluruhan. Lalu mendapatkan vaksin Dengue. Namun sebelum mendapatkan vaksin dengue, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jenis vaksin yang sesuai,” imbuh dia.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad.