
WARTAPHOTO.NET. PATI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Kabupaten Pati dimulai hari ini, Senin (13/1/2025). Sebanyak 1.002 siswa dari SMKN 4 Pati dan SDN 02 Muktiharjo Margorejo menjadi penerima manfaat tahap awal.
Salah satu siswi Kelas XII Farmasi 2, Lestari Citra Kumala, mengatakan bahwa program seperti ini sangat membantu menghemat uang saku. Ia pun berharap program ini bisa terus berlanjut.
“Menunya enak. Dapat ayam, sayur, nasi, tahu, dan buah jeruk. Porsinya sudah cukup,” kata dia
Dalam pelaksanaan program ini, siswa diminta membawa sendiri alat makan berupa sendok “Alat makan bawa sendiri. Sebelumnya sudah diberi arahan oleh sekolah,” ucap Lestari.
Dandim 0718/Pati, Letkol Inf Jon Young Saragi, mengatakan bahwa program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini awalnya direncanakan dimulai pada pekan lalu, namun diundur untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
“Hari ini adalah hari pertama program berjalan. Penerima manfaat program ini sebanyak 1.002 orang. Terdiri atas 856 siswa SMKN 4 Pati dan sisanya di SDN 2 Muktiharjo,” ujar dia.
Menu makan siang yang disediakan cukup bervariasi, mulai dari nasi ayam katsu, tahu, capcay, hingga buah-buahan. “Pastinya ganti-ganti menunya setiap hari,” kata Dandim.
Ia memastikan, program makan bergizi gratis ini merambat ke sekolah lainnya. Pihaknya bakal terus melakukan evaluasi setiap harinya hingga program ini siap digelar di seluruh sekolahan di Kabupaten Pati, dari tingkat usia dini hingga SMA.
”Pastinya kita evaluasi setiap hari. Kita terima masukan,” ujar dia.
Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pati, Rosesita bersyukur pembukan program makan bergizi gratis di Kabupaten Pati berjalan lancar. Hal ini berkat kerja sama dari berbagai pihak.
”Khususnya dari Kodim, sehingga proses hari ini berjalan lancar. Kalau petugas ada 50 orang kita siapkan,” jelas dia.
Sementara itu Pj Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko, meyakini program ini bakal dirasakan sekolah lainnya di Kabupaten Pati. Ia pun meminta siswa sekolah lainnya untuk bersabar.
”Programnya kan mesti bertahap untuk mengevaluasi mana yang kurang. Jadi segera lebih banyak (sekolah) lagi,” tutur Sujarwanto.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen