
WARTAPHOTO.net. SUKOLILO. Ribuan warga berkumpul di Alas Sonokeling, Misik, Sukolilo, Pati, Jawa Tengah pada Sabtu (18/1/2025).. Mereka adalah masyarakat adat Samin, yang berkumpul bersama warga desa sekitar. Mereka sedang melaksanakan ritual Lamporan.
Lamporan dipercaya sebagai ritual tolak bala yang dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan musim tanam. Tradisi ini memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi, di mana warga memohon perlindungan kepada Tuhan agar tanaman, hewan ternak, dan kehidupan mereka terhindar dari berbagai bencana atau pageblug.
Ritual dimulai dengan berkumpulnya warga, kemudian berjalan memutari sawah dan desa sambil melantunkan doa kepada Tuhan untuk keberkahan dan keselamatan.
Usai perjalanan memutari area sawah dan kampung, warga kembali berkumpul di lokasi awal untuk melaksanakan doa bersama.
Sebagai penutup, diadakan tradisi “brokohan,” yaitu makan bersama menggunakan makanan yang dibawa oleh masing-masing peserta. Warga biasanya membawa nasi lengkap dengan lauk pauk serta hasil bumi sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.

Tradisi Lamporan rutin dilakukan oleh masyarakat Adat Samin menjelang musim tanam dan saat pergantian tahun. Foto: Ragil Kuswanto
Gunretno, salah satu tokoh masyarakat adat Samin, mengungkapkan bahwa setiap pergantian tahun dan musim tanam tiba. Masyarakat Samin yang juga dikenal sebagai Sedulur Sikep memang rutin menggelar ritual lamporan bersama masyarakat desa sekitarnya.
“Lamporan adalah tradisi leluhur yang biasa kami lakukan menjelang musim tanam dan saat pergantian tahun. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi juga menjadi momen refleksi diri terhadap apa yang telah kami lakukan selama satu tahun terakhir,” ujar Gunretrno.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya hubungan manusia dengan alam. Menurutnya, manusia harus lebih bijaksana dalam memperlakukan alam sebagai sumber kehidupan.
“Sebagai manusia yang tidak bisa lepas dari berkah alam, kita harus memperlakukannya dengan baik. Semua yang kita makan berasal dari alam, sehingga merawat dan tidak merusak alam adalah kewajiban kita bersama,” pungkasnya.
Reporter : Ragil Kuswanto
Editor: Revan Zaen