16
September
2026
Rabu - : WIB

Teater Ismi SMKN Jateng Pati Tampil di Silugonggo Night Festival, Tampilkan Naskah ‘Anjlok’

wartaphoto
2025/08/08 pada Berita, Pati, Pendidikan, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Teater Ismi dari SMKN Jawa Tengah di Pati kembali menggelar pementasan yang sarat makna. Dalam gelaran Silugonggo Night Festival, bagian dari rangkaian Festival Kali Juwana 6 yang mengusung tema Reka Malih Lepen, kelompok teater ini menampilkan lakon berjudul “Anjlok” karya Miftahur Rohim, penulis muda asal Kecamatan Pucakwangi, Pati.

Pentas digelar pada Kamis malam (7/8/2025) mulai pukul 19.30 WIB di bantaran Kali Juwana, Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana. Ratusan penonton memadati area pertunjukan untuk menyaksikan kisah getir yang diangkat dari realitas hidup para petani di pedesaan.

Naskah “Anjlok” mengangkat persoalan krusial yang kerap dialami petani, yakni harga gabah yang jatuh saat panen raya, kontras dengan biaya pengolahan lahan yang terus meningkat. Dalam dialog penuh emosi dan adegan yang menggugah, teater ini menyoroti ketimpangan ekonomi yang menyiksa petani kecil.

Tokoh utama dalam pementasan ini, Nar, tampil sebagai simbol kegelisahan kaum tani. Dalam sebuah dialog menyentuh bersama tokoh Paklik, Nar melontarkan keluh kesahnya,  “Menjadi petani itu pilihan yang paling berat. Kalau tidak sabar dan bersyukur, ya bisa ambruk. Padahal sedekah sudah kami lakukan semampunya, termasuk bantu korban banjir di Juwana. Tapi tetap saja, hasil panen tak kunjung membaik, untuk bertahan keseharian. Apa itu masih kurang bersyukur?”.

Menurut sang penulis sekaligus salah satu pendiri Teater Ismi, pemilihan naskah ini bukan tanpa alasan.

“Pertanian sangat dekat dengan air. Sedangkan Kali Juwana adalah sumber utama pengairan bagi petani di sepanjang sungai ini. Pentas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa krisis di sektor pertanian tak bisa dilepaskan dari alam dan kebijakan,” ujarnya.

Naskah “Anjlok” sebelumnya juga telah dibedah oleh Sosiawan Leak, penyair dan budayawan nasional, yang mengapresiasi keberanian serta kedalaman kritik sosial dalam dialog-dialog tokoh dalam naskah pendek itu.

Kehadiran Teater Ismi di Silugonggo Night Festival turut memperkuat warna budaya dalam festival tahunan ini. Kepala Desa Kedung Pancing, Didik Narwadi, menyampaikan apresiasinya atas keberagaman acara yang digelar.

“Tadi sore sudah ada workshop penulisan puisi oleh ibu-ibu. Yang biasanya mereka memasak di dapur, ini dilatih menulis, kemudian malamnya mereka membacakan hasilnya. Ada juga teater dari SMKN Jateng di Pati, dan karaoke dari warga. Semoga ini bisa memberi sumbangsih bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pentas teater ini tak sekadar menjadi hiburan malam, tetapi juga menjadi cermin refleksi sosial, ruang edukasi, serta media penyampai pesan-pesan lokal yang selama ini jarang terdengar.

(*/wartaphoto)

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close