
WARTAPHOTO.NET. JUWANA – Puluhan siswa dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga para pengrajin batik mengikuti kegiatan membatik bersama, di Taman Batik Bakaran Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Sabtu (4/10/2025) pagi. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional yang digelar oleh Pemerintah Desa Bakaran Wetan.
Kepala Desa Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo mengatakan, 160 peserta mengikuti kegiatan ini. Di antaranya 60 siswa TK dan SD yang mengikuti lomba pewarnaan batik, dan 100 emak-emak mengikuti festival membatik.
Ia menyebut, lomba pewarnaan batik tingkat TK dan SD bertujuan untuk mengenalkan batik tulis Bakaran sejak dini kepada mereka. Sehingga batik itu tetap lestari.
“Lomba teknik pewarnaan membatik ini teknik colet dan diikuti oleh anak-anak TK dan SD sederajat. Tujuannya adalah dalam rangka melestarikan batik tulis. Tentu kita mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa ikut berkontribusi dalam melestarikan batik tulis Bakaran,” kata dia.
Sedangkan festival membatik massal yang diikuti oleh emak-emak bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan teknik membatik tulis Bakaran yang masih menggunakan cara klasik. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mengenal dan mengapresiasi keunikan batik tulis Bakaran yang merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia.

Wahyu Supriyo bersama Anggota DPRD Jateng Ali Wafa menyambangi pembatik
“Festival membatik atau membatik massal yang dilaksanakan oleh para pembatik bertujuan untuk membranding, mempromosikan, bahwa batik tulis Bakaran ini benar-benar masih klasik,” jelas Wahyu.
Dia menuturkan, kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Terhitung sudah hampir enam tahun berjalan.
“Ini even tahunan rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dan desa wisata Bakaran Wetan setiap tahunnya,” tutur dia.

Emak-emak pembatik
Salah satu peserta festival membatik dari Desa Bakaran Kulon, Puput Puspita Sari, menyampaikan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini. Puput mengatakan bahwah dirinya hampir setiap tahun mengikuti kegiatan ini.
“Semoga batik Bakaran bisa semakin maju. Dengan adanya budaya membatik ini semoga ke depannya (batik Bakaran) bisa lebih maju lagi, lebih terkenal lagi,” ucap dia.