16
September
2026
Rabu - : WIB

Akses Jalan Lumpuh karena Banjir, Warga Mintobasuki Pati Antar Jenazah ke Makam Pakai Perahu

wartaphoto
2026/01/15 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Di tengah kepungan banjir yang kian meluas di Kabupaten Pati, sebuah pemandangan mengharukan sekaligus memprihatinkan terekam di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus. Warga terpaksa menggunakan perahu kayu bermesin tempel sebagai “ambulans air” darurat untuk mengantarkan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir, Kamis (15/1/2026)

​Jalanan desa yang biasanya menjadi urat nadi aktivitas warga kini tergenang air cukup dalam. Akibatnya, pengantar jenazah Almarhum Warsono (53) harus menempuh jalur air sejauh kurang lebih 2 Kilometer.

Beberapa pengiring jenazah duduk di atas perahu sambil memegang payung untuk melindungi jasad Almarhum dari rintik hujan. Sedangkan sejumlah warga lainnya berjalan menerjang air sedalam paha untuk menuntun dan memastikan perahu sampai ke makam.

Sekretaris Desa Mintobasuki, Abdul Mustaji, mengatakan bahwa mobil jenazah yang biasa digunakan sedang bertugas di tempat lain. Sehingga, keluarga dan masyarakat sepakat untuk menggunakan perahu.

“Karena lokasi makamnya melewati jalur sawah yang semuanya sudah terendam, jadi memungkinkan untuk dilewati perahu,” kata Abdul Mustaji saat dikonfirmasi wartawan.

Ia menyebut, jalur yang ditempuh perahu tersebut melewati area persawahan yang kini tergenang oleh banjir.

Sedangkan di area permakaman juga sudah mulai terendam. Namun pihak desa memastikan bahwa masih ada titik tanah yang cukup tinggi untuk proses pemakaman.

Menurut Mustaji, Desa Mintobasuki mulai dikepung banjir sejak Sabtu (10/1/2026) sore akibat luapan Sungai Silugonggo. Hingga saat ini, ketinggian air terus meningkat. Dari data pemerintah desa mencatat ada 241 rumah warga yang terendam, dengan dampak mencapai 313 KK atau sekitar 800 jiwa.

Ketinggian air di dalam rumah pun bervariasi, berkisar antara 5 hingga 60 sentimeter. Sedangkan di jalan raya, ketinggiannya mencapai 5 hingga 90 sentimeter.

“Kalau sepeda motor kecil sudah tidak bisa melintas,” ujar dia.

Tak hanya merendam permukiman, banjir juga melumpuhkan sektor pertanian. Tercatat 6 hektare tanaman padi muda dan 65 hektare padi siap panen terendam air.

Mustaji menambahkan, kondisi warga desanya kini mulai memprihatinkan. Sebab banyak warga yang mulai mengeluhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal. Namun, hingga saat ini belum ada posko kesehatan darurat yang berdiri di lokasi bencana.

“Posko kesehatan belum ada, mungkin masih dikoordinasikan. Untuk bantuan, kemarin baru ada kiriman mi instan dari Kemenag,” tandas dia.

Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close