16
September
2026
Rabu - : WIB

Cerita Sopir Truk Tronton, Tempuh Perjalanan Semarang-Pati Selama 18 Jam Akibat Banjir

wartaphoto
2026/01/15 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Banjir yang menggenangi jalan Pantura di Kabupaten Pati dan Kudua membuat aktivitas pengiriman barang dan logistik tersendat. Bahkan, rata-rata perjalanan dari Semarang sampai Pati membutuhkan waktu yang cukup lama.

Salah satu sopir, Ocong, mengungkapkan, dirinya berangkat dari Semarang, Selasa (13/1/2026) pukul 17.00 WIB dan baru sampai Pati pada Rabu (14/1/2026) pukul 11.00 WIB atau 18 jam perjalanan. Rencananya, dia akan mengirim barang ke Provinsi Bali.

“Berangkat jam lima sore sampai sekarang belum lolos. Terjebak macet di dua titik Kudus dan Pati. Ini di Pati sendiri sudah lebih dari satu jam,” kata dia saat ditemui, Rabu (14/1/2026).

Sopir truk tronton ini menyampaikan, untuk waktu normal perjalanan dari Semarang ke Pati sekitar empat jam, dan sampai Bali cuma satu malam. Namun, dengan kondisi banjir ini, dirinya juga sampai tidur di jalanan.

“Kalau nggak banjir ya cuma satu malam. Ini aja belum ada separuh perjalanan,” jelas dia.

Ocong pun kini sudah pasrah jika kliennya komplain atas keterlambatan pengiriman barang. Mengingat, kondisi bencana ini tidak terpikirkan sebelumnya.

“Ya komplain sih komplain, cuma ya mereka menyadari,” kata warga Kabupaten Batang ini.

Namun, masalah selanjutnya bagi Ocong adalah ongkos perjalanan yang membengkak, untuk keperluan makan hingga bahan bakar minyak (BBM).

Sopir lain, Supri mengatakan, untuk antrean kendaraan melewati banjir di Pantura Pati sudah lebih dari satu jam. Itu belum menghitung saat melintasi banjir.

“Tadi sudah padat sejak lampu merah (lalu lintas) Perempatan Tanjang sampai pertigaan sini (Widorokandang).

Supri mengaku akan mengirim barang dari Jakarta ke Surabaya. Namun, karena terjebak banjir, dirinya pasrah terlambat mengirim barang.

“Terlambat lah, telat. Semarang nggak banjir, Kudus banjir, dan Pati ini juga banjir,” kata dia.

Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan, kendaraan dari arah Rembang ke Pati masih mengular hingga 3 Kilometer. Sedangkan dari arah sebaliknya sepanjang 2 kilometer.

“Terjadi perlambatan kendaraan dari arah Rembang ke Pati dan sebaliknya karena adanya luapan sungai. Limpasan air tersebut ditambah adanya lubang jalan sehingga membuat kendaraan yang melintas menjadi lambat,” terangnya.

Untuk mengatur lalu lintas, pihaknya melakukan mengatur kendaraan dari arah Rembang untuk masuk ke Jalan Lingkar Selatan (JLS) karena volumenya lebih tinggi. Sedangkan dari arah Pati ke Rembang tetap melintasi Pantura Pati-Rembang.

“Kita melakukan pengalihan arus lalu lintas di Pertigaan Sampang dan Batangan. Itu pun hanya untuk kendaraan kecil dan roda dua” jelas Kompol Riki.

Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close