
WARTAPHOTO.NET. PATI – Ikatan Mahasiswa Pati (IMP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan Aksi Mahasiswa Peduli Konservasi (Ampera) di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati pada 16 sampai 18 Januari 2026.
Ketua pelaksana kegiatan, Annas Nur Rahmad Hidayat mengatakan, pada puncak kegiatan, para mahasiswa ini menanam 418 bibit pohon di kawasan Pegunungan Kendeng.
“Pada hari pertama, kita berkegiatan di kompleks balai desa. Kemudian, hari kedua di area SDN (Sekolah Dasar Negeri) Wukirsari 02, dan di hari ketiga ini penanaman pohon,” kata dia.
Acara penanaman pohon itu dilaksanakan dengan melibatkan warga setempat, pelajar, hingga relawan sosial. Bibit tanaman berakar kuat ini ditanam tersebar di sejumlah titik.
“Jenisnya yang berbuah, karena ini salah satu target warga sini untuk perekonomian jangka panjang. Jenisnya ada petai, bibit mangga Thailand, dan lain sebagainya,” ucap dia.
Ia berharap tanam pohon kali ini menjadi motivasi bagi masyarakat dan generasi muda tentang pentingnya penghijauan. Mengingat, maraknya alih fungsi lahan maupun penggundulan mengakibatkan banjir dan tanah longsor, seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Pati belakangan ini.
“Menjaga gunung-hutan sangat penting, soalnya yang dikatakan Kang Gunretno (aktivis lingkungan JMPPK) bahwa banjir dan longsor bukan semata karena takdir, tapi bisa jadi disebabkan perilaku kita (manusia). Melihat bencana yang ada menjadi motivasi pentingnya pelestarian hutan dan gunung dengan cara penghijauan,” tegas dia.
Menurutnya, antusiasme partisipan sangat tinggi di acara tanam pohon tersebut. Bahkan para pelajar dikenalkan praktik menanam pohon secara langsung di areal pegunungan.
“Serius ini first time, experience banget. Ini mangga kayaknya, lumayan besar,” kata salah satu pelajar dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pati, Salsa.
Dengan mengikuti tanam pohon, ia ingin meminimalkan terjadinya bencana banjir. Ia juga ingin memanen hasil yang ditanam di kemudian hari.
“Harapannya biar mengurangi bencana banjir akibat penggundulan hutan. Nanti kalau besar biar bisa ikut memanen,” ungkap dia.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad.