16
September
2026
Rabu - : WIB

Panen Raya di Bumiharjo Winong, Plt Bupati Pati Klaim Produksi Padi Tembus 10,28 Ton per Hektare

wartaphoto net
2026/02/07 pada Pati, Nasional

WARTAPHOTO.NET. PATI – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri Panen Raya di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Sabtu (7/2/2026). Lahan pertanian padi di wilayah tersebut diklaim sukses melaksanakan program “10 Ton Bisa” yang jadi bagian program ketahanan pangan pemerintah.

Pada acara itu, Chandra bersama beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dan Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, tampak turun langsung ke sawah. Mereka ikut serta memanen padi dengan menaiki mesin combine harvester.

Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa panen raya tersebut merupakan hasil kerja keras lintas sektor, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Menurutnya, program 10 ton per hektare bukan sekadar target, tetapi telah teruji di lapangan melalui pendampingan intensif kepada petani.

“Pagi ini sudah dicek dan hasilnya mencapai 10,28 ton. Ini program yang luar biasa karena tim pertanian dari kecamatan sampai desa bekerja keras melakukan sosialisasi dan pendampingan,” ujar Chandra.

Chandra menyebut, peningkatan produksi tersebut tetap menggunakan pupuk subsidi secara penuh, dengan tambahan pupuk pendukung yang tepat.

Menurutnya, kombinasi tersebut mampu meningkatkan hasil panen yang sebelumnya hanya berkisar 5–7 ton per hektare menjadi lebih dari 10 ton.

“Petani di sini masih menggunakan 100 persen pupuk subsidi, ditambah pupuk pendukung. Hasilnya produksi bisa mencapai 10,2 ton. Insyaallah semua beres. Cuma tinggal bantuan alat-alat pertanian ini yang mungkin Pak Firman bisa membantu kami,” jelas Chandra.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Pati dalam mengoptimalkan produksi padi. Ia menilai keberhasilan tersebut sejalan dengan agenda nasional percepatan swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan.

“Ini patut diapresiasi karena faktanya capaian swasembada pangan nasional justru lebih cepat dari rencana. Stok beras nasional di awal tahun ini mencapai 3,32 juta ton. Namun capaian ini harus dijaga keberlanjutannya dengan mengantisipasi gagal panen dan anomali cuaca,” ujar Firman.

Firman juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola pupuk dan penguatan peran negara dalam stabilisasi harga pangan.

Ia menyebut pemerintah pusat tengah menyiapkan kebijakan penguatan Bulog sebagai penyangga stok dan harga, serta mendorong penggunaan pupuk organik dan mikroba untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan pertanian nasional.

Untuk diketahui, panen raya di Desa Bumiharjo, Winong ini difasilitasi oleh PT Global Nutri Agrinusa (GNA) melalui produk pupuk Summa.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close