
WARTAPHOTO.NET. PATI -Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati, serta sejumlah organisasi Islam menggelar pemantauan (rukyatul) hilal di atas gedung MA Abadiyah, Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Selasa (17/2/2026). Hasilnya, hilal tidak berhasil terlihat dari titik pantau tersebut.
Tim rukyah yang terdiri dari perwakilan Kemenag, PCNU, Majelis Ulama Indonesia (MUI), MA Salafiyah Kajen, hingga PD Muhammadiyah Kabupaten Pati tampak antusias mengamati proses matahari terbenam. Hakim Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pati juga turut hadir untuk memvalidasi hasil pemantauan.
Matahari terbenam di lokasi tersebut tercatat pada pukul 17.58 WIB. Namun, hingga batas waktu pemantauan, tidak ada satu pun anggota tim yang berhasil melihat hilal.
”Hasilnya nihil, belum ada satu pun yang nampak. Di Markas Abadiyah ini posisi hilal memang belum terlihat,” ungkap Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim.
Meski tidak terlihat, para saksi tetap diambil sumpahnya oleh Hakim PA Pati sebagai bagian dari prosedur resmi. Hasil pemantauan di Pati ini kemudian dilaporkan ke Kementerian Agama pusat sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional.
”Beberapa saksi sudah disumpah oleh pengadilan dan laporan segera dikirim ke pusat. Hingga pukul 18.00 WIB, hilal diketahui masih berada di bawah ufuk,” tambah KH Yusuf Hasyim.
Adapun pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadan ini diputuskan dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.
Sidang isbat digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). Sidang dipimpin Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.