
WARTAPHOTO.NET. PATI – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, memberikan perhatian khusus terhadap rencana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Ia menekankan agar kebijakan tersebut dijalankan sesuai tujuan awal, yakni efisiensi, serta tidak disalahgunakan.
Politisi Fraksi PKS itu menyatakan, konsep WFH pada dasarnya positif karena dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mendorong produktivitas kerja. Namun, implementasinya dinilai sangat bergantung pada pengaturan dan pengawasan yang ketat.
“WFH itu tujuannya efisiensi, terutama dalam penggunaan BBM. Jadi harus tetap fokus pada tujuan tersebut,” ujarnya.
Narso juga menyoroti pentingnya penentuan hari pelaksanaan WFH. Menurutnya, penjadwalan yang berdekatan dengan akhir pekan berpotensi menurunkan efektivitas kerja karena rawan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
“Kalau pelaksanaannya mendekati akhir pekan, dikhawatirkan bukan lagi work from home, tapi justru dimanfaatkan untuk kepentingan lain,” tegasnya.
Ia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar kebijakan WFH tidak melenceng dari visi dan misi yang telah ditetapkan.
Selain itu, Narso menyoroti perlunya dukungan dari sektor transportasi umum. Ia menilai upaya efisiensi tidak akan optimal tanpa adanya sistem transportasi yang memadai dan terjangkau, tidak hanya bagi ASN, tetapi juga masyarakat luas.
“Transportasi umum di Pati harus bisa mendukung, bukan hanya untuk ASN, tetapi juga pekerja swasta,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi transportasi publik saat ini belum sepenuhnya siap memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, perbaikan sektor transportasi perlu menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintah daerah.
“Ini harus menjadi agenda jangka panjang,” pungkasnya.