
WARTAPHOTO.NET. PATI – Jagat media sosial di Kabupaten Pati tengah dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan aksi pembongkaran sebuah rumah menggunakan alat berat. Insiden yang terjadi di Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo, ini ternyata menyimpan kisah asmara yang berakhir memilukan.
Rumah tersebut merupakan saksi bisu perjalanan rumah tangga pasangan AR (40) dan RT (38). Konflik mulai memuncak setelah RT dikabarkan menerima lamaran dari pria lain meski proses perceraian mereka dianggap belum sepenuhnya usai oleh pihak suami.
Berdasarkan narasi yang diunggah akun Instagram @komunitasanakaslipati pada Kamis (9/4/2026), keretakan hubungan ini dipicu oleh ketidakcocokan yang berkepanjangan. Kekesalan AR memuncak saat mengetahui mantan istrinya akan segera memulai hidup baru dengan pria lain, sementara rumah tersebut dibangun atas hasil kerja keras bersama.
”Desa Karangawen Tambakromo Pati. Rumah dirobohkan karena hubungan keduanya sudah mulai renggang karena ketidakcocokan dengan alasan tertentu. Mereka mengurus perceraian tapi belum kelar urusan cerai,” tulis unggahan pada Kamis (9/4/2026) dalam Instagram tersebut.
”Pihak istri menerima lamaran dari pria lain. Alhasil rumah yang dibangun dirobogkan pihak dari suami dengan memakai alat berat exavator,” lanjut narasi itu.
Kepala Desa Karangawen, Sutiyono, membenarkan peristiwa perobohan rumah yang berlangsung pada Kamis siang tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasangan ini sebelumnya tinggal di Sampit, Kalimantan Tengah, dan telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku SMP.
Pertengkaran antara keduanya membuat pasangan ini memilih pisah ranjang. Hingga akhirnya, sang istri memilih menggugat ceria di Pengadilan Agama (PA) Sampit, Kalimantan Tengah.
“Itu kan gugat cerai, sudah diputuskan Pengadilan Agama Sampit Kalimantan. Karena nikahnya di Sampit. Yang gugat perempuan,” jelas dia, Jumat (10/4/2026).
Karena merasa telah resmi bercerai dan menyandang status janda, pihak perempuan memutuskan untuk menerima pinangan pria lain. Hal ini memicu kekesalan mantan suaminya, mengingat rumah tersebut dibangun dari hasil jerih payah mereka berdua. Akhirnya, keduanya sepakat untuk merobohkan rumah yang menjadi saksi bisu jalinan cinta mereka hingga kini hanya tersisa puing-puing.
”Itu sudah kesepakatan berdua, antara Mas AR dan Mbak RT itu sudah ditemukan dan ada titik temu agar rumah itu dirobohkan. Akhirnya dirobohkan. Kita sudah berusaha mediasi berkali-kali titik temu malah dirobohkan,” jelas Sutiyono.
Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad