
WARTAPHOTO.NET. PATI – Hamparan petak-petak tambak membentang luas di Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk pusat perkotaan ini, aroma asin air payau dan sengatan matahari menjadi saksi bisu denyut kehidupan warga yang menggantungkan nasib pada hasil bumi pesisir.
Kini, desa ini tidak lagi sekadar menjadi titik sunyi di peta perekonomian. Melalui tangan-tangan kreatif, wilayah tersebut kini menjelma menjadi motor penggerak kesejahteraan yang berhasil membawa nama desa melesat ke panggung nasional.

Geliat perubahan itu berpusat di kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tambak Jaya. Sejak didirikan pada 2017, lembaga ini terus berbenah hingga sukses mengukir prestasi gemilang. Mereka berhasil menembus jajaran 15 besar nasional dalam ajang Desa BRILian 2025, program inisiasi Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang diikuti 330 desa.
Saat melangkah masuk ke dalam kantor BUMDes, suasana hangat dan hidup langsung menyapa. Di salah satu sudut ruangan yang terbilang cukup luas, produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karya warga setempat berjajar rapi di dalam etalase kaca. Di antaranya garam, terasi, dan aneka kerupuk.
Di sisi lainnya, kain-kain batik khas lokal, yakni batik asem mujil, terpajang bergantungan. Tampak pula tumpukan karung pakan ikan tambak.

Admin Agen BRILink di BUMDes Tambak Jaya saat melayani warga yang mengambil uang tunai. (Foto: Dok. Wartaphoto).
Tempat ini juga menjadi penyedia layanan perbankan sebagai Agen BRILink. Di tengah kesibukan warga yang datang silih berganti untuk bertransaksi, sebuah slogan mencolok di dinding ruangan menarik perhatian: “Ora usah adoh-adoh, bayar kene wae” (Tak perlu jauh-jauh, bayar di sini saja). Kalimat sederhana berbahasa Jawa itu bukan sekadar pemanis dekorasi, melainkan ajakan nyata.
Dulu, untuk membayar tagihan listrik, PDAM, internet, pajak kendaraan bermotor, atau sekadar menarik uang tunai, warga harus meluangkan waktu dan biaya untuk menempuh perjalanan ke pusat Kecamatan Batangan. Kini, berkat transformasi BUMDes menjadi Agen BRILink, seluruh urusan perbankan dan pembayaran tuntas di dalam desa.
Kepala Desa Bumimulyo, Sri Muryanti, mengatakan bahwa kehadiran BUMDes sebagai agen BRILink memberikan kemudahan luar biasa bagi masyarakat untuk mentransfer uang, menarik tunai, hingga menabung.
“Kemudahan ini menjadi krusial mengingat mobilitas keuangan di desa pesisir ini tergolong sangat tinggi,” kata dia kepada Wartaphoto, Senin (29/6/2026).

Seorang warga membeli pakan ikan di BUMDes Tambak Jaya. Dia membayar menggunakan aplikasi BRImo. (Foto: Dok. Wartaphoto).
Letak desa yang berdekatan dengan pabrik sepatu multinasional membuat Bumimulyo dipenuhi para pekerja pendatang yang tinggal di rumah-rumah indekos. Di sisi lain, aktivitas para petani tambak setempat juga menuntut perputaran uang yang cepat dan praktis.
Ratna, warga setempat, menceritakan bagaimana digitalisasi ini mengubah kebiasaan para petani tambak. Menurutnya, saat petani ingin membeli pakan untuk ikan di tambak, mereka cukup mentransfer pembayaran menggunakan aplikasi BRImo tanpa perlu membawa uang tunai ke area tambak yang basah.
“Warga yang membutuhkan uang tunai, mengisi saldo e-Toll, dan keperluan transaksi lainnya, semuanya sekarang jadi semakin mudah dan dekat,” ucap Ratna.

Komitmen untuk terus mengawal roda ekonomi hingga ke pelosok desa seperti Bumimulyo ini ditegaskan oleh Ahmad Muflihin Taiyeb, Area Head BRI Pati Regional Office Semarang. Pria yang memimpin wilayah kerja Pati, Rembang, Blora, dan Cepu ini menjelaskan bahwa BRI hadir di 21 kecamatan se-Kabupaten Pati melalui jaringan 41 BRI Unit.
“Dengan kekuatan sekitar 545 pekerja, kami melayani hampir 1,5 juta penduduk Pati,” papar dia.
Pria yang akrab disapa Iin ini juga memaparkan bahwa kehadiran mereka di desa-desa membawa berbagai inisiatif strategis, yang salah satunya diwujudkan melalui program Desa BRILiaN.
Program Desa BRILiaN sendiri merupakan program inkubasi dan pemberdayaan desa unggulan dari Bank BRI yang berfokus pada empat pilar utama, yakni menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi, penerapan digitalisasi, kewirausahaan, dan keberlanjutan.

Admin BUMDes Tambak Jaya menunjukkan digitalisasi laporan keuangan menggunakan SAI. (Foto: Dok. Wartaphoto)
Program ini diselenggarakan untuk mempercepat transformasi desa berbasis teknologi dan penguatan ekonomi masyarakat. Lewat pendampingan intensif selama lima hari pada tanggal 1 hingga 5 September 2025 yang melibatkan para pakar dari Universitas Airlangga (UNAIR) dan tim BRI, keempat pilar tersebut dibenahi secara total di BUMDes Tambak Jaya. Dampak positif dari pelatihan intensif ini pun langsung terasa nyata di dapur administrasi desa.
Sambil tersenyum, Ida, sang admin keuangan BUMDes, menunjukkan buku besar yang dulu digunakannya untuk mencatat seluruh transaksi secara manual.
Kini, lembaran-lembaran tebal yang melelahkan mata itu mulai ditinggalkan dan berganti sepenuhnya ke portal digital bumdesa.co.id. Ida menuturkan bahwa lewat sistem baru ini, mereka bisa mengetahui posisi keuangan secara hybrid dan realtime.
“Pencatatan keuangan yang sebelumnya harus menggunakan kertas besar, sekarang jadi jauh lebih praktis dan sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Indonesia (SAI),” jelas dia.
Selain membawa efisiensi internal bagi pengelola, status sebagai Desa BRILian juga memberikan berkah literasi bagi masyarakat awam. Warga desa kini semakin akrab dengan edukasi keuangan modern, mulai dari sosialisasi mengenai manfaat menabung emas hingga pembekalan penting mengenai bahaya laten pinjaman online (pinjol) ilegal yang marak mengintai masyarakat pinggiran.
Keberhasilan integrasi ekosistem keuangan di tingkat tapak ini turut memantik perhatian kalangan akademisi. Suharno, Dosen Ekonomi Makro di UIN Salatiga, menilai program Desa BRILiaN ini sejalan dengan paradigma pembangunan wilayah modern yang berfokus pada potensi lokal sebagai motor pertumbuhan.
“Secara konseptual, program ini sejalan dengan paradigma pembangunan endogen yang menekankan pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi,” jelas dia.
Suharno memandang Desa BRILiaN sebagai upaya yang menarik karena tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi semata, tetapi juga pada pembangunan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa.
Namun, sebagai seorang akademisi, Suharno juga memberikan catatan kritis bahwa ukuran keberhasilan program ini tidak boleh berhenti pada formalitas atau jumlah pelatihan yang telah diselenggarakan.
“Evaluasi yang lebih penting adalah apakah program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat BUMDes, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi ketergantungan ekonomi desa terhadap pihak eksternal,” ucap dia.
Baginya, keberhasilan pembangunan sejati harus diukur dari perubahan kualitas hidup masyarakat itu sendiri. Kendati demikian, Suharno tetap mengapresiasi sinergi antara Agen BRILink, pembiayaan UMKM, QRIS, dan program Desa BRILiaN sebagai satu rangkaian kebijakan yang saling terhubung erat untuk membangun ekonomi rakyat.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi menembus 15 besar nasional, BUMDes Tambak Jaya menerima apresiasi berupa fresh money yang akan digunakan sebagai tambahan modal usaha, serta peluang emas untuk mengakses dana Corporate Social Responsibility (CSR) BRI demi ekspansi usaha yang lebih luas.
Bagi Sri Muryanti, guru SMA yang memimpin pemerintahan desa sejak 2022 melalui jalur Pergantian Antarwaktu (PAW), sinergi ini adalah fondasi konkret untuk masa depan. Ia memungkasi pembicaraan dengan harapan bahwa kerja sama yang baik ini akan menambah kreativitas warga dan memicu inovasi dalam mengembangkan produk UMKM mereka, sehingga kesejahteraan masyarakat yang dicita-citakan dapat segera tercapai.
Dari hamparan petak tambak di pesisir Batangan, BUMDes Tambak Jaya bersama instrumen pemberdayaan BRI telah membuktikan sebuah kebenaran berharga. Kemandirian ekonomi desa tidak pernah lahir dari fasilitas yang serba ada, melainkan dari peningkatan kapasitas yang konsisten, penerapan inovasi digital yang tepat guna, serta kobaran semangat gotong royong yang diuji lewat kerja nyata.
Reporter: Angga Saputra
Editor: Revan Zaen