
WARTAPHOTO.NET. PATI– DPRD Kabupaten Pati meminta program beasiswa bagi 183 mahasiswa tetap berlanjut hingga seluruh penerima menyelesaikan pendidikan.
Dewan berharap komitmen dunia usaha dalam mendukung program melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) tetap dipertahankan, meski Pemerintah Kabupaten Pati tengah menyiapkan alternatif sumber pembiayaan.
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengatakan program beasiswa tersebut sejak awal dirancang tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, ia menilai dukungan perusahaan yang telah menjadi bagian dari komitmen bersama perlu terus dijaga.
“Terlepas wajib atau tidaknya perusahaan memberikan CSR, yang terpenting program beasiswa ini harus tetap diselesaikan karena merupakan komitmen bersama. Dulu Pak Sudewo menyampaikan pembiayaannya tidak menggunakan APBD, melainkan dari sumber lain, termasuk CSR. Komitmen itu menurut saya harus terus dilanjutkan,” ujar Ali, Selasa (7/7/2026).
Ali menilai, apabila dukungan dari perusahaan semakin berkurang dan seluruh pembiayaan harus ditanggung APBD, kondisi tersebut berpotensi menambah beban keuangan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan terdapat sejumlah perusahaan yang pada tahun ini tidak lagi menyalurkan dana CSR untuk mendukung program beasiswa tersebut.
Meski demikian, Chandra menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan perusahaan mengalokasikan dana CSR bagi program beasiswa. Karena itu, Pemkab Pati kini mencari berbagai alternatif pendanaan agar bantuan pendidikan tetap berjalan.
“Ada beberapa perusahaan yang tahun ini tidak memberikan CSR. Karena itu kami sedang mencari sumber pendanaan lain. Perusahaan juga tidak bisa diwajibkan memberikan CSR untuk program ini. Ada yang tetap mendukung, ada juga yang mengundurkan diri,” kata Chandra.
Ia memastikan bantuan pendidikan yang sempat tertunda sejak April 2026 akan kembali disalurkan pada pekan depan. Dana yang akan dicairkan mencapai sekitar Rp582 juta untuk memenuhi pembayaran beasiswa selama tiga bulan bagi 183 mahasiswa penerima.
“Rencananya minggu depan akan kami salurkan untuk tiga bulan yang sebelumnya tertunda. Nilainya sekitar Rp582 juta untuk 183 mahasiswa,” ujarnya.
Chandra menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen menjaga keberlangsungan program beasiswa hingga tiga tahun ke depan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan berbagai lembaga dan perusahaan, seperti Baznas, Bank Jateng, Perumda Air Minum, sejumlah perbankan daerah, hingga PG Trangkil.
“Kami menjamin hak para mahasiswa tetap terpenuhi sampai tiga tahun ke depan. Berbagai pihak terus kami ajak berkolaborasi agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.