16
September
2026
Rabu - : WIB

Menikmati Sunrise di Bukit Pengusen Pati, Destinasi Camping Sejuk Sarat Sejarah

wartaphoto net
2026/07/12 pada Wisata, Pati
Bukit Pengusen, Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati saat pagi tiba. Foto : Arton/ wartaphoto

PATI | WARTAPHOTO.NET. Hamparan perbukitan hijau, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama matahari terbit yang muncul perlahan dari balik cakrawala menjadi pesona utama Bukit Pengusen, Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati.

Berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), destinasi wisata alam ini menjadi tempat favorit keluarga untuk menghabiskan momen terakhir libur sekolah.

Sejak Sabtu malam hingga Minggu (12/7/2026) pagi, puluhan tenda berdiri berjejer di area perkemahan. Anak-anak tampak bebas berlarian di rerumputan, sementara para orang tua menikmati hangatnya secangkir kopi dan sarapan yang dimasak sendiri di depan tenda. Kepulan asap dari tungku sederhana berpadu dengan udara pegunungan, menghadirkan suasana yang sulit ditemui di kawasan perkotaan.

Tak hanya menawarkan panorama alam yang memanjakan mata, Bukit Pengusen juga menyimpan cerita sejarah yang menarik. Nama “Pengusen” diyakini berasal dari kata pengungsian, karena kawasan tersebut pernah digunakan sebagai tempat berlindung masyarakat dan tentara pada masa pendudukan Jepang.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gulangpongge, Arif Budi Sulistyo, mengatakan jejak sejarah tersebut masih terus diceritakan kepada para wisatawan meski bangunan peninggalannya sudah tidak lagi terlihat.

“Pengusen itu berasal dari kata pengungsian. Dahulu tempat ini menjadi lokasi pengungsian dari tentara Belanda pada masa pendudukan Jepang,” ujar Arif.

Kini, kawasan yang merupakan tanah kas desa tersebut telah disulap menjadi destinasi wisata alam yang dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pokdarwis sejak 2018.

Selain panorama alam dan nilai sejarah, Bukit Pengusen menawarkan fasilitas yang cukup lengkap sehingga nyaman untuk wisata keluarga. Akses menuju lokasi relatif mudah dengan kondisi jalan yang tidak terlalu ekstrem.

Pengunjung menikmati akhir pekan musim liburan di Bukit Pangusen. Foto: Arton./ wartaphoto

Penyewaan Tenda

Pengelola menyediakan sekitar 20 unit tenda siap pakai dengan tarif Rp65 ribu untuk kapasitas empat orang dan Rp95 ribu untuk kapasitas enam orang. Pengunjung yang membawa perlengkapan sendiri juga dapat mendirikan tenda dengan membayar biaya tempat sebesar Rp25 ribu per tenda.

Fasilitas penunjang lainnya meliputi area parkir yang luas, toilet, musala, kafe, hingga jaringan listrik yang telah menjangkau kawasan perkemahan.

Ramainya kunjungan selama libur sekolah diakui Arif. Menurutnya, hampir setiap akhir pekan selama masa liburan, area camping dipenuhi wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan.

“Musim libur sekolah kali ini cukup ramai. Setiap akhir pekan ada lebih dari 20 tenda yang menginap di sini. Daya tarik utamanya tentu panorama sunrise yang bisa langsung dinikmati dari depan tenda,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Sumartono, warga Kecamatan Juwana, sengaja mengajak keluarga besarnya berkemah di Bukit Pengusen sebagai penutup liburan sekolah anak-anak.

Menurutnya, udara sejuk pegunungan menjadi pengalaman berbeda bagi keluarganya yang sehari-hari tinggal di kawasan pesisir.

“Kami sengaja mengajak anak-anak dan keponakan menikmati hari terakhir libur sekolah sebelum besok mereka kembali masuk kelas. Di Juwana hawanya panas karena dekat laut, sedangkan di sini udaranya sejuk. Anak-anak senang sekali, apalagi fasilitasnya juga ramah untuk keluarga,” ujarnya.

Siapkan Kolam Renang

Untuk meningkatkan daya tarik wisata, pengelola telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan. Salah satunya adalah pembangunan wahana permainan serta revitalisasi kolam renang agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas.

“Ke depan kami akan menambah beberapa wahana dan merevitalisasi kolam renang. Jadi setelah camping, pengunjung juga bisa menikmati wisata air bersama keluarga,” kata Arif.

Menjelang siang, satu per satu tenda mulai dibongkar. Meski libur sekolah telah berakhir, pengalaman menikmati sejuknya Bukit Pengusen, panorama matahari terbit, dan kebersamaan bersama keluarga menjadi kenangan yang akan terus melekat sebelum anak-anak kembali menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close