16
September
2026
Rabu - : WIB

Berkah Tahun Ajaran Baru, Toko Atribut Sekolah di Pati Kebanjiran Orderan

wartaphoto
2026/07/14 pada Berita, Pati, wartaphoto
Ahbarina Novia Rahma (25), pemilik toko atribut sekolah yang berlokasi di Jalan Indraika Nomor 2, Perumahan Sukoharjo Indah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

PATI | WARTAPHOTO.NET – Pergantian tahun ajaran baru 2026/2027 menjadi ladang rezeki yang melimpah bagi para pengusaha perlengkapan sekolah. Salah satu yang kecipratan berkah tahunan ini adalah Ahbarina Novia Rahma (25), pemilik toko atribut sekolah yang berlokasi di Jalan Indraika Nomor 2, Perumahan Sukoharjo Indah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

​Sejak memasuki bulan Juni, toko yang dikelola Rina bersama keluarganya ini nyaris tidak pernah sepi. Setiap hari, para orang tua murid datang silih berganti untuk berburu seragam dan aksesori sekolah yang rapi serta sesuai standar bagi anak-anak mereka.

​”Dari Juni sampai sekarang ramai terus. Pembelinya mulai dari yang cari seragam SD, SMP, sampai SMA. Apalagi anak-anak yang baru hari pertama masuk sekolah, pasti sibuk cari seragam baru,” ujar perempuan yang akrab disapa Rina ini saat ditemui di tokonya, Selasa (14/7/2026).

​Salah satu alasan mengapa toko Rina menjadi rujukan utama adalah kelengkapan produknya. Di sini, kebutuhan sekolah tersedia lengkap dari ujung kepala hingga ujung kaki. Mulai dari seragam, badge (logo emblem), dasi, topi, ikat pinggang, hingga kaus kaki tersedia dalam satu tempat.

​Kepraktisan inilah yang membuat konsumen betah. Dari sekian banyak item, kaus kaki menjadi produk yang paling diburu.

“Paling laris itu kaus kaki putih yang polos maupun berlogo. Sekali beli, satu orang bisa langsung memborong sampai 5 pasang,” tambah dia.

​Saking tingginya antusiasme warga, toko yang biasanya hanya buka dari pagi hingga sore ini terpaksa memperpanjang jam operasionalnya hingga malam hari. Pada bulan Juli, antrean pembeli bahkan mengular panjang dari meja kasir hingga ke pintu masuk.

​Jika pada hari biasa jumlah pengunjung hanya berkisar belasan orang, kini Rina harus melayani 80 hingga 100 pembeli per hari. Dalam sehari, tokonya mampu melepas sekitar 5 lusin (60 potong) seragam dan 200 hingga 500 pasang kaus kaki. Tak hanya itu, Rina juga sudah mulai menyetok bendera, umbul-umbul, peluit, dan atribut Pramuka untuk menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

​Kesuksesan Rina dalam mengelola bisnis keluarga ini tidak lepas dari kejeliannya memanfaatkan teknologi. Sadar akan potensi digital, ia gencar mempromosikan tokonya lewat platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.

​Langkah ini terbukti ampuh. Berkat promosi digital tersebut, pasar toko Rina meluas drastis. Pelanggannya kini tidak lagi sebatas warga Pati atau kota tetangga seperti Magelang dan Bekasi saja. Tokonya mulai rutin mengirimkan pesanan ke berbagai instansi, lembaga swasta, sekolah, hingga pembeli perorangan di luar Pulau Jawa.

​”Pelanggan paling jauh ada yang dari Papua, NTT, Kalimantan, dan Riau. Mereka memilih beli di sini karena harganya jauh lebih murah dibandingkan di daerah sana yang bisa berkali-kali lipat,” jelas Rina disela-sela melayani pelanggan.

​Urusan harga memang menjadi daya tarik utama toko ini. Rina menerapkan dua sistem harga, yaitu harga normal untuk eceran (pembelian di bawah 1 lusin) dan harga grosir (pembelian di atas 1 lusin).

Untuk seragam sekolah, harga dipatok mulai dari Rp30.000 hingga Rp70.000. Sementara ikat pinggang dijual seharga Rp15.000 sampai Rp20.000. Untuk atribut kecil seperti badge logo standar, harganya hanya Rp300 hingga Rp2.500 untuk grosir, dan Rp5.000 untuk pembelian eceran.

Murahnya harga ini diakui oleh Singgih, seorang pembeli yang rela datang jauh-jauh dari Kecamatan Tambakromo. Ia mengaku tahu keberadaan toko ini setelah videonya lewat di beranda TikTok.

​”Saya lihat di TikTok tokonya komplet sekali. Karena ini momen tahun ajaran baru, jadi saya langsung ke sini buat belanja kebutuhan keponakan. Harganya memang murah dan sangat ramah di kantong,” kata Singgih sembari menyodorkan uang ke kasir.

​Lonjakan pembeli ini otomatis membuat pendapatan Rina meroket tajam. Jika pada hari biasa tokonya hanya menghasilkan Rp3 juta hingga Rp4 juta per hari, di musim panen tahun ajaran baru ini omzetnya bisa menyentuh angka Rp20 juta per hari.

Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close