16
September
2026
Rabu - : WIB

Klarifikasi Korban Penganiayaan di Sinomwidodo Pati: Pelaku Bukan Mantan Kekasih, tetapi Pelanggan Jahit

wartaphoto
2026/07/24 pada Berita, Pati, wartaphoto
Ilustrasi penganiayaan di Sinomwidodo, Tambakromo, Pati. (Dibuat menggunakan AI)

​PATI | WARTAPHOTO.NET — Berbeda dengan narasi yang beredar di media sosial, korban penganiayaan brutal di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, berinisial DS, memberikan klarifikasi langsung dari ruang perawatan rumah sakit.

​Dalam rekaman video singkat yang dikirimkan kepada awak media, DS—yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan mengenakan pakaian dan cadar hitam—secara tegas membantah rumor yang menyebutkan bahwa pelaku berinisial A adalah mantan kekasihnya.

​DS menjelaskan bahwa hubungannya dengan pelaku murni sebatas hubungan antara penjahit dan pelanggan. Pelaku pertama kali mengenalnya setelah memesan kemeja dan celana melalui kontak usaha yang tertera di akun media sosial milik korban.

​”Di sini saya ingin menegaskan bahwa saya tidak memiliki hubungan dengan pelaku berinisial A. Awal mula saya mengenal dia karena dia memesan jahitan kemeja dan celana kepada saya,” tegas DS, Jumat (24/7/2026).

​DS mengungkapkan bahwa pelaku memang pernah menyatakan perasaan cinta dan mengajak taaruf. Namun, korban telah menolak ajakan tersebut secara baik-baik. Sejak penolakan itu, teror ketakutan mulai membayangi hidup DS selama hampir satu tahun, terhitung sejak Agustus 2025.

Meskipun korban telah memblokir seluruh akun media sosial dan nomor WhatsApp pelaku, pelaku terus menerornya menggunakan berbagai nomor yang berbeda.

​Aksi nekat pelaku bahkan pernah terjadi sebelum insiden pembacokan brutal pada Kamis (23/7/2026). Pada 5 Juni 2026 lalu sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku sempat mendatangi rumah korban dengan membawa linggis. Namun, aksinya saat itu gagal dan pelaku melarikan diri setelah diketahuu oleh kakak ipar korban bersama warga sekitar.

​Korban mengaku sempat menduga pelaku tidak akan berani datang kembali, sehingga ia belum melaporkan ancaman tersebut ke pihak kepolisian. Namun dugaan itu meleset hingga akhirnya puncak aksi kekerasan terjadi pada Kamis kemarin.

“Saya pikir dia tidak akan berani untuk datang lagi. Tapi ternyata saya salah, dia masih melakukan hal yang lebih kejam lagi. Di sini saya mau memperjelas bahwa saya tidak pacaran, tidak memiliki hubungan dengan A,” ucap DS.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan di Desa Sinomwidodo tersebut sempat viral di media sosial. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa korban dibacok oleh mantan kekasihnya yang cemburu karena ajakan untuk berbalikan ditolak.

​Pada kenyataannya, pelaku yang merupakan seorang pemuda asal Trangkil menyusup masuk ke rumah korban secara sembunyi-sembunyi melalui pintu belakang. Ia membawa senjata tajam yang telah dipersiapkan dari rumah, lalu menyerang korban secara membabi buta.

​Saat ini, kasus penganiayaan berat yang diduga telah direncanakan tersebut sudah ditangani sepenuhnya oleh Polresta Pati untuk proses hukum lebih lanjut.

Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close