
PATI | WARTAPHOTO.NET — Proses Penggantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Golkar pascameninggalnya almarhum Riyanto kini memasuki babak akhir. Berkas pengusulan replacement tersebut telah resmi diteruskan ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan persetujuan Gubernur.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pati, Endah Sriwahyuningati, mengonfirmasi bahwa seluruh persyaratan administratif tingkat daerah telah dirampungkan dan dikirimkan ke provinsi.
“Proses terkait PAW sudah berjalan dan pengajuannya sudah berada di provinsi. Kita tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur. Setelah turun, berkas langsung kita ajukan untuk penjadwalan sidang paripurna pelantikan di DPRD Kabupaten Pati,” ujar sosok yang akrab disapa Mbak Ning ini saat diwawancarai usai upacara 17 Agustus di Alun-Alun Pati.
Mengenai dinamika waktu pengurusan yang dinilai memakan waktu, Mbak Ning menjelaskan adanya beberapa kelengkapan berkas yang sebelumnya harus disempurnakan. Namun, saat ini seluruh dokumen dipastikan sudah lengkap di meja Pemprov Jawa Tengah.
“Kemarin ada beberapa kelengkapan yang kurang, tetapi alhamdulillah sudah beres dan berkas sudah di Gubernur. Karena ini banyak hari libur, kami terus berkomunikasi agar prosesnya bisa dipercepat. Kami berharap paling lambat awal September sudah selesai, atau syukur-syukur bisa di akhir Agustus ini,” terangnya optimis.
Sesuai mekanisme dan regulasi Pemilu 2024, posisi yang ditinggalkan almarhum Riyanto akan digantikan oleh calon legislatif (caleg) yang memperoleh suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan (Dapil) 2 Pati.
Pada Pileg 2024 lalu, almarhum Riyanto merupakan satu-satunya caleg Golkar dari Dapil 2 yang lolos ke gedung dewan dengan raihan 7.083 suara. Berdasarkan rekapitulasi perolehan suara, posisi terbanyak kedua diraih oleh Moh Setyadi dengan 4.469 suara, disusul Ahmad Samsuddin dengan 4.137 suara.
“Iya, sesuai dengan urutan perolehan suara terbanyak setelah almarhum, penggantinya adalah Pak Moh Setyadi,” tegas Mbak Ning.
Kekosongan kursi di Dapil 2 selama beberapa bulan terakhir diakui menjadi perhatian tersendiri agar aspirasi masyarakat di wilayah tersebut dapat kembali terwakili secara optimal di parlemen.
DPD Golkar Pati pun berkoordinasi intensif dengan DPD Golkar Provinsi Jawa Tengah untuk mengawal percepatan penerbitan SK Gubernur tersebut.
Reporter: Dimas
Editor: Revan Zaen