
PATI | WARTAPHOTO.NET — Deretan tanaman melon di dalam greenhouse bukan sekadar bagian dari kebun sekolah. Bagi dua siswi MA Tarbiyatul Banin Winong, Kabupaten Pati, tempat itu menjadi laboratorium untuk menguji seberapa efisien air digunakan dalam menghasilkan buah berkualitas.
Eka Nuraini dan Husna Devi Lestari tengah menyiapkan penelitian berjudul “Produktivitas Air dan Mutu Melon Inthanon pada Hidroponik dan Polibag untuk Pertanian Berkelanjutan Madrasah”. Penelitian tersebut dibimbing Farida Rosyadi, S.T.
Keduanya membandingkan budidaya Melon Inthanon menggunakan sistem hidroponik di dalam greenhouse dengan metode polibag di ruang terbuka.
Greenhouse yang mulai dioperasikan sebagai sarana pembelajaran dan riset sejak Agustus 2026 dilengkapi instalasi pipa, selang, wadah tanam, tandon, serta perangkat kontrol. Fasilitas tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar sains melalui eksperimen langsung.
Penelitian tidak hanya berfokus pada ukuran dan berat melon. Salah satu indikator utama yang diamati adalah produktivitas air, yakni berapa banyak buah layak panen yang dapat dihasilkan dari setiap liter air yang digunakan.
Selain air, kedua siswi akan mencatat kebutuhan nutrisi, tingkat keasaman atau pH, perkembangan tanaman, bobot dan diameter buah, umur panen, aroma, kondisi daging, hingga tingkat kemanisan atau derajat °Brix.
Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan biaya dan kelayakan operasional masing-masing sistem.
Penelitian dirancang menggunakan 16 tanaman dalam 12 unit eksperimen. Siswa juga tidak berangkat dari asumsi bahwa hidroponik pasti lebih unggul.
“Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan data lokal yang menjadi rekomendasi praktis bagi madrasah dalam memilih sistem budidaya yang paling berkelanjutan, efisien, dan sesuai dengan kondisi serta sumber daya yang tersedia,” tulis Eka Nuraini dan Husna Devi Lestari dalam proposal risetnya.
Hasil penelitian nantinya dirangkum dalam Kartu Indeks Budidaya Berkelanjutan Madrasah. Isinya mencakup produktivitas air, hasil panen, mutu buah, kebutuhan nutrisi, biaya, dan kelayakan penerapan.
Dengan demikian, penelitian tidak berhenti sebagai tugas akademik. Data yang dihasilkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pola budidaya berikutnya sekaligus menjadi materi pembelajaran bagi siswa.
Riset tersebut juga berkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya produksi pangan berkelanjutan, penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab, dan pendidikan berkualitas.
Memperkuat Sekolah Sains dan Sport
Riset melon menjadi bagian dari upaya MA Tarbiyatul Banin mengembangkan identitas sebagai Sekolah Sains dan Sport.
Pada bidang sains, madrasah mengembangkan kelas riset, laboratorium sains, Karya Ilmiah Remaja (KIR), multimedia, pembinaan olimpiade, hingga pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial.
Pola pembelajaran diarahkan agar siswa terbiasa mengamati, bertanya, bereksperimen, menganalisis, dan menciptakan solusi. Pola tersebut diterapkan dalam riset melon melalui pengukuran, pencatatan perkembangan tanaman, pengolahan data, hingga penyusunan rekomendasi.
Prestasi akademik juga mulai dibangun. MA Tarbiyatul Banin tercatat meraih Juara I Olimpiade Madrasah Indonesia bidang Geografi tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2025. Pada 2026, sejumlah siswanya juga tercatat lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menuju perguruan tinggi negeri.
Sementara di bidang olahraga, pembinaan dilakukan melalui Banin Sport Club yang menaungi atletik, sepak bola, voli, dan cabang olahraga lainnya. Pencak silat juga menjadi bagian dari pembinaan fisik dan karakter siswa.
Pada 2026, sejumlah prestasi olahraga berhasil diraih, antara lain Juara Umum III O2SN Kabupaten Pati, Juara II lari sprint, dan Juara III lompat jauh. Prestasi pencak silat juga ditorehkan dalam Santri Championship Kabupaten Pati dan UNNES Silat Open Challenge.
Kepala MA Tarbiyatul Banin, Lailatul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pengembangan sains dan olahraga diarahkan untuk membentuk generasi yang cerdas, kreatif, tangguh, dan berdaya saing.
“Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi dan misi madrasah sebagai madrasah unggulan sains dan sports. Didukung moto madrasah, terdepan dalam ilmu, terpuji dalam laku,” tutur Lailatul Fitriyah.
Menurutnya, prestasi akademik maupun olahraga harus tetap berjalan bersama pembentukan karakter, kedalaman spiritual, dan akhlakul karimah.
MA Tarbiyatul Banin merupakan madrasah berakreditasi A yang memadukan pendidikan pesantren dengan kurikulum modern. Madrasah yang berdiri pada 1980 tersebut tumbuh dari tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, yang dikenal sebagai Desa Pendidikan.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad