
WARTAPHOTO.NET. PATI – Berbagai kreativitas siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jakenan, Kabupaten Pati, dipamerkan dalam acara Gelar Karya. Kegiatan itu bertempat di gedung serba guna sekolah, pada Kamis (15/12/2022).
Kepala SMAN 1 Jakenan, Sudarto mengatakan, selain gelar karya, pihaknya juga menggelar pentas seni. Bahkan, berbagai produk karya siswa-siswinya turut ditampilkan pada kegiatan itu.
“Intinya adalah gelar karya dan pentas seni anak-anak. Hasil produk-produk anak selama mengikuti projek penguatan profil pelajar pancasila, yaitu mereka dididik mengembangkan diri karena dalam projek penguatan profil pancasila itu ada dimensi beriman dan bertakwa pada Tuhan YME, gotong royong, mandiri, kreatif, dan menghargai perbedaan. Itu semua diwujudkan dalam gelar karya pada pagi hari ini,” kata dia usai membuka kegiatan.
Sudarto menjelaskan, Gelar Karya ini juga merupakan serangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ke-37 SMAN 1 Jakenan.
Adapun kreativitas siswa yang paling ditonjolkan adalah karya ilmiah dan inovasi pembuatan lilin berbahan kulit jeruk pemelo.

Salah satu pameran gelar karya projek P5 SMAN 1 Jakenan adalah launching 150 judul buku oleh siswa dan guru.
“Sebanyak 150 judul fiksi, tadi dilaunching oleh bapak kepala cabang dinas pendidikan wilayah III. Kemudian produk-produk hasil kewirausahaan anak-anak, ada seni lukis, batik, ada pembuatan lilin dari kulit jeruk pamelo, itu suatu inovasi baru. Ada produk makanan juga,” sebut dia.
Dari proses pembelajaran yang ada, Ia menargetkan anak didiknya dapat menguasai manajemen wirausaha.
“Untuk sementara target kami adalah anak mengerti proses seperti menyiapkan bahan, mengolahnya, sampai anak-anak bisa mengkalkulasi supaya ke depan kalau jadi entrepreneur betul-betul bisa mengkalkulasi modal, manajemennya seperti apa, terus pemasarannya seperti apa,” ungkap Sudarto.
Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Disdikbud Cabang III Provinsi Jawa Tengah, Hariyanto, mengapresiasi Gelar Karya dari siswa siswi SMAN 1 Jakenan.
“Apa yang sudah dilakukan SMA Jakenan kami support, artinya ini sesuai dengan kurikulum merdeka kita laksanakan mulai tahun ini. Di mana kurikulum ini pertama tidak lagi ada penjurusan tapi kita sudah mengarahkan kelas XI mengetahui mana anak yang ingin melanjutkan dan tidak melanjutkan. Termasuk kegiatan kali ini dalam rangka penguatan projek dalam rangka membentuk anak yang tidak melanjutkan agar mereka mampu berwirausaha. Nah kita bentuk jiwa entrepreneur di situ,” ungkap dia.
Ia berharap, produk-produk karya siswa SMAN 1 Jakenan yang dipamerkan ini bisa menjadi ciri khas sekolah tersebut.
“Yang pertama lilin dari bahan limbah jeruk pamelo, ini luar biasa. Kedua ada batik. Batiknya itu sebetulnya bisa menjadi ciri khas karena rata-rata batik itu ditulis tapi ini model daun (ecoprint). Ini baru, sehingga mungkin bisa saja ke depan jika dipopulerkan kita akan pasarkan,” tutup dia.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.