16
September
2026
Rabu - : WIB

Warga Sitiluhur Gembong Geruduk Lokasi Galian C, Minta Aktivitas Tambang Dihentikan

wartaphoto
2023/03/27 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Puluhan warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong,  Kabupaten Pati, geruduk lokasi tambang galian C, di desa setempat, Senin (27/3/2023) pagi. Mereka mengaku geram dengan adanya tambang ilegal di wilayahnya itu.

Pasalnya, lokasi galian C tersebut berada di tepi jalan. Apabila hujan turun maka jalanan menjadi licin dan bisa membahayakan pengendara yang melintas. Bahkan, sejumlah warga mengaku mengalami kecelakaan karena jalan yang licin itu.

Diketahui, tambang ini sudah beroperasi tiga pekan. Dari kurun waktu itu, sejumlah warga jatuh di jalan dekat aktivitas galian.

Salah satu warga, Kartono, berharap jalan yang licin tersebut segera dibersihkan. Sebab, ia khawatir akan memakan korban.

”Istri saya pada Selasa kemarin jatuh. Dia mau ke pasar. Kakinya mengalami luka. Saya berharap jalannya segera dibersihkan dari lumpur,” harap dia.

Selain mengakibatkan kecelakaan, tambang ini juga dinilai dapat mencemari lingkungan, rawan longsor, serta membuat pondasi tiang listrik rapuh. Warga pun menuntut penutupan tambang ilegal tersebut.

”Kalau hujan ndak bisa lewat. Kalau kemarau, debunya ke mana-mana. Sudah ada puluhan warga yang jatuh menjadi korban. Permintaan warga, tambang ditutup permanen,” kata perwakilan warga, Zamroni.

Warga juga meminta pemilik tambang agar memberikan ganti rugi kepada warga yang mengalami kecelakaan di area galian tersebut. Sebab menurut mereka, itu merupakan bentuk tanggungjawab pengelola tambang lantaran sudah membuat Jalan Raya Gunung Rowo-Bukit Naga licin hingga membahayakan para pengendara.

Kepala Desa Sitiluhur, Suyuti, di dampingi Kapolsek Gembong Iptu Lilik Supardi  mendatangi lokasi galian tersebut.

Dirinya mengaku sudah menyampaikan keluhan warga kepada pemilik tambang, Sudarmi.

”Maaf yang sebesar-besarnya kepada warga bahwa ada kegiatan galian C di sini. Apa yang menjadi keluhan masyarakat sudah saya sampaikan kepada pemilik tambang,” tutur Suyuti.

Suyuti mengatakan, bahwa sudah ada kesepakatan untuk menghentikan aktivitas tambang ini. Ia pun meminta maaf karena sebelumnya tidak bisa mengendalikan adanya aktivitas tambang.

”Mulai kemarin, galian dihentikan, tidak boleh beroperasi di sini. Saya minta maaf karena tidak bisa mengendalikan secara maksimal,” ucap dia.

Terkait pembersihan jalan, Suyuti mengaku siap bertanggungjawab. Apabila pemilik tambang belum bisa memenuhi, maka pihaknya yang akan membersihkan jalan tersebut.

”Pembersihan jalan sudah saya sampaikan, namun realisasi belum. Andai kata tidak dibersihkan saya selalu kepala desa bertanggungjawab untuk membersihkan,” pungkas dia.

Reporter: Putra
Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close