
WARTAPHOTO.net.MURIA RAYA. Bertempat di Balai Desa Sumberpitu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Anggota Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Hj. Sri Wulan mengadakan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) MPR RI Tahap ke-1.
Acara yang digelar pada 20 Januari 2024 ini tersebut bertema penguatan sistem demokrasi Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini untuk mendengarkan dan menganalisis aspirasi serta masukan dari masyarakat terkait dengan isu penting dalam penguatan sistem demokrasi Indonesia.
Selain Hj. Sri Wulan S.E.,M.M. yang merupakan anggota DPR RI Komisi 8 dari Partai NasDem hadir pula DR. MA. Irfan Rahmana, M.M selalu Narasumber. Irfan Rahmana merupakan salah satu dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang Jawa Tengah
Acara yang dimulai pukul 14.15-17.15 WIB, ini dihadiri 150 peserta dari berbagai kalangan dan latar belakang beragam.
“Indonesia, sebagai negara demokratis dengan berbagai tantangan dan dinamika, terus berupaya untuk memperkuat sistem demokrasinya. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokratisasi menjadi kunci penting dalam menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan akuntabel. Oleh karena itu, acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) ini menjadi wadah yang sangat tepat untuk mendengarkan suara masyarakat secara langsung,” tutur Hj. Sri Wulan.
Acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) MPR-RI ini berhasil menghasilkan sejumlah masukan berharga dari masyarakat. Masukan-masukan tersebut nantinya akan dianalisis dan dipertimbangkan oleh pemerintah dan lembaga terkait dalam upaya meningkatkan sistem demokrasi Indonesia. Partisipasi aktif masyarakat dalam acara ini juga memberikan dampak positif dalam memperkuat ikatan antara pemerintah dan rakyat.
“Bapak Ibu dan para Sahabat Wulan, partisipasi yang tinggi dari masyarakat ini menunjukkan semangat masyarakat untuk terlibat dalam proses pembuatan keputusan yang lebih inklusif dan representatif. Saya titip pesan, memasuki tahun politik ini, kita wajib menanamkan ke keluarga kita dan orang-orang terdekat kita bahwa setiap warga punya hak yang sama dalam politik. Demokrasi yang sehat juga harus siap menang siap kalah, kemudian kembali menyatu dalam NKRI,” ujar Sri Wulan.
Untuk menjalankan kehidupan demokratis, lanjut Wulan, setiap warga negara bisa memulai dengan cara menampilkan beberapa prinsip. Membiasakan diri untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku. Membiasakan diri bertindak demokratis dalam segala hal. Membiasakan diri menyelesaikan persoalan dengan musyawarah.
Sementara itu, Narasumber lain yakni Irfan Rahmana menyebutkan bahwa demokrasi Indonesia saat ini tengah berupaya mencari titik temu antara prosedur dan substansi demokrasi. Namun, demokrasi yang dijalankan saat ini menitikberatkan pada penyeragaman melalui mekanisme politik elektoral. Padahal, politik elektoral tidak sepenuhnya perlu diseragamkan di seluruh daerah di Indonesia.
Ia mencontohkan demokrasi asimetris yang ada di DIY, DKI, dan Aceh. “Ada praktek baik di daerah lainnya. Kita selama ini berambisi pada penyeragaman,” ujarnya.
Kendati demikian, ia mengapresiasi Meski dengan dengan berbagai macam problematikanya, politik elektoral sudah mencapai tahap konsolidasi
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad