16
September
2026
Rabu - : WIB

Dinilai Bikin Kumuh Alun-Alun Pati, PKL Ditertibkan Satpol PP

wartaphoto
2024/02/17 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Alun-Alun Pati, ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jumat (16/2/2024) malam.

Diketahui, sesuai peraturan daerah yang berlaku di Kabupaten Pati, kawasan Alun-Alun Simpang Lima termasuk zona merah atau wilayah larangan bagi PKL berjualan.

Kepala Satpol PP Pati Sugiyono mengatakan, akhir-akhir ini memang banyak PKL yang berjualan di lokasi tersebut.

“Akhir-akhir ini memang banyak PKL baru berdatangan. Mayoritas pakai sepeda motor, setiap kami datang, mereka pergi. Akhirnya banyak yang mengikuti dan makin bertambah terus,” kata dia.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak pernah melarang par PKL berjualan di wilayah Pati. Namun, sesuai Perda yang berlaku, ada area tertentu yang masuk dalam zona merah. Sehingga pihaknya sebagai lembaga penegak Perda harus menjalankan fungsinya.

“Selain melanggar Perda, banyaknya PKL di alun-alun membuat lalu lintas semrawut. Jadi kumuh juga karena paginya kotor, banyak sampah. Lalu tanaman hias banyak yang rusak karena disiram kopi dan air panas,” jelas Sugiyono.

Masyarakat yang membeli makanan juga banyak yang meninggalkan sampah sisa kemasan makanannya di alun-alun.

“Padahal Alun-Alun Pati ini dibangun dengan anggaran miliaran sebagai fasilitas publik, zona terbuka hijau agar masyarakat bisa menikmati,” ucap Sugiyono.

Sebelum menertibkan para PKL, lanjut dia, pihaknya juga sudah melayangkan surat peringatan pada mereka.

“Kami kumpulkan, kami tegur, dan kami minta buat surat pernyataan agar tidak mengulangi berjualan di zona merah. Kalau mengulangi lagi, barang dagangan akan kami sita. Karena ada ketentuannya, bisa kami sita maksimal 12 hari,” beber Sugiyono.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Pati sudah dua kali merelokasi para PKL. Yakni di Pusat Kuliner Pati yang berlokasi di lahan TPK Perhutani belakang Gedung Olah Raga (GOR) Pesantenan. Hanya saja lokasi itu dikeluhkan para PKL karena dianggap kurang strategis.

Sehingga, Pemkab membangun sentra PKL baru, yakni Alun-Alun Kembangjoyo. Tempat ini sempat ramai pada masa awal setelah resmi dibuka, yakni pada 2022. Hanya saja, lokasi itu berangsur sepi dan banyak ditinggalkan para pedagang.

Sementara itu salah satu pedagang, Irfan, mengatakan bahwa Alun-Alun Kembangjoyo kini sangat sepi. Ia berjualan sate Madura di sana.

“Kalau di Alun-Alun Simpang Lima kan banyak pengunjung, jadi masih bisa dapat untung,” ucap dia.

Irfan mengaku tidak setuju jika Alun-Alun Pati menjadi zona larangan berjualan. Sebab menurut dia, tidak sepatutnya pusat keramaian tidak ada pedagangnya.

“Kalau ada pengunjung masa nggak ada yang jualan? Kayak kota mati. Selain itu sebagai rakyat kecil saya butuh berjualan. Saya harus biayai anak sekolah dan kebutuhan rumah tangga. Sementara saya tidak punya gaji bulanan,” kata dia.

Ia berharap, Pemerintah memberikan solusi terbaik bagi para PKL agar bisa berjualan di lokasi yang strategis.

“Mungkin bisa masjid ke barat atau di mana lah. Tapi jangan dikasih tempat sepi seperti Kembang Joyo,” pungkas dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close