16
September
2026
Rabu - : WIB

Kapolda Jateng: Banyak Masyarakat Sukolilo yang Sadar Hukum, Jangan Digeneralisasi yang Negatif

wartaphoto
2024/06/20 pada Berita, Pati, Viral, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. SUKOLILO – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi memastikan bahwa wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, bukanlah “kampung maling” seperti yang dikatakan oleh masyarakat di jagat maya belakangan ini. Menurut dia, banyak masyarakat di kecamatan tersebut yang taat dengan hukum.

Hal ini ia sampaikan usai memberikan penyuluhan pemahaman dan edukasi mengenai hukum kepada ratusan warga masyarakat Sukolilo di Gedung PGRI setempat, Kamis (20/6/2024) siang.

“Saya pastikan bahwa tidak ada lagi julukan di sini sebagai kampung bla bla bla. Di Sukolilo setelah kami cek dan final cek terhadap tokoh masyarakat, tokoh pemuda seluruh perwakilan desa, masih banyak masyarakat kita yang taat hukum. Dan masih banyak masyarakat kita yang tidak melanggar hukum. Sehingga tidak bisa digeneralisasi terkait dengan kejadian kemarin sama rata. Ini saya pastikan,” ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir, Kecamatan Sukolilo mendapatkan stigma negatif oleh masyarakat di jagat maya. Seperti dijuluki sarang penadah, hingga disebut sebagai kecamatan dengan SDM rendah.

Stigma-stigma negatif ini muncul usai kejadian main hakim sendiri di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kamis (6/6/2024) lalu. Di mana, seorang pengusaha rental mobil asal Jakarta, BH (52), tewas dihajar massa karena dicurigai sebagai pencuri.

Menurut dia, peristiwa kelam tersebut terjadi karena kemarahan sesaat warga.

“Saya pastikan kejadian kemarin bisa menimpa di mana saja dan oleh siapapun juga. Karena kejadian kemarin merupakan suatu emosi sesaat, dipicu oleh kemarahan yang tinggi kepada seseorang yang mempengaruhi emosi massa,” ungkap Kapolda Jateng.

Terkait kasus main hakim sendiri ini, pihak kepolisian telah mengamankan 10 orang tersangka serta memeriksa 33 orang lainnya.

“Sudah 10 kita amankan mungkin bisa berkembang ke yang lain selama kita bisa buktikan. Artinya Polda Jateng dan Polresta Pati sudah mengantongi bukti-bukti permulaan bagi para tersangka lain. Jadi saya imbau agar mereka (yang ikut main hakim sendiri) segera menyerahkan diri,” tegas dia.

Saat ditanya mengenai kabar yang beredar bahwa korban BH merupakan residivis, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus dalam pengungkapan kasus pengeroyokan.

“Itu penyidikan kita. Jadi tidak saya buka di sini karena fokus Polda Jawa Tengah dalam mengungkap kasus ini adalah 170, sedangkan kasus sebelumnya (terkait laporan korban mobilnya digelapkan) di Jakarta Timur,” jelas dia.

Sementara terkait google maps wilayah Kecatan sukolilo yang tiba-tiba berubah menjadi nama-nama tempat bernada sarkasme, kapolda menuturkan jika pihaknya akan membantu untuk memulihkannya seperti sedia kala.

“Termasuk kita upayakan yang maps kita ganti. Bahwa masyarakat Sukolilo lebih bangga menjadi masyarakatnya sendiri daripada dicap semacam ini,” tandas dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close